Kericuhan Banser dan Kelompok Ambon dengan FPI Gara-gara Investigasi Pembagian Sembako Pilkada DKI

Kericuhan Banser dan Kelompok Ambon dengan FPI Gara-gara Investigasi Pembagian Sembako Pilkada DKI
Bentrok anggota Banser dan kelompok Ambon dengan FPI, Senin malam. (sindonews.com)
Selasa, 18 April 2017 13:06 WIB
JAKARTA - Investigasi terhadap pembagian sembako Pilkada DKI Jakarta menjadi penyebab timbulnya kericuhan antara Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser) dan kelompok Ambon dengan angota Front Pembela Islam (FPI) di Kramat Lontar, Jakarta Pusat, Senin (17/4) malam.

Sekjen Dewan Syuro DPP FPI Jakarta, Habib Novel Bamukmin membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, kericuhan tersebut terjadi setelah tim Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) melakukan investigasi pembagian sembako.

''Itu gara-gara sembako, semua kita kan bergerak cepat beraksi, ke mana aja kita hadir, memang sembako ini kan menjadi konsentrasi masa,'' ujarnya saat dihubungi republika.co.id, Selasa (18/4).

Menurut Novel, pro dan kontra memang selalu ada saat pihaknya melakukan investigasi pembagian oleh tim pemenangan Paslon Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat. Saat investigasi, ada yang bisa dilaporkan ke Panwalu tapi ada juga langsung memicu ketegangan.

''Ada juga yang kita baru datang, mereka arogan memprovokasi warga, seperti yang kejadian Kramat lontar, akhirnya memicu ketegangan yang menimbulkan sedikit gesekan, bentrok fisik,'' ucapnya. 

Novel mengatakan, kedua kubu baru bubar setelah pihak kepolisian mendatangi lokasi. Namun, kata dia, akibat kejadian tersebut tiga orang terkena pukulan yang diduga dilakukan oleh pihak Ansor. Tiga orang tersebut kemudian didampingi oleh ACtA dan melaporkan ke polisi.  

''Bubar karena memang sudah ada aparat kepolisian. Sampai jam 04.00 pagi ACTA masih mendampingin korban pemukulan itu, korbannya ada tiga orang yang luka,'' katanya.

GP Ansor Membantah

Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas membantah pihaknya melakukan penyerangan terhadap rumah ketua FPI DKI Jakarta. Menurutnya Itu hanya upaya fitnah yang dilakukan pihak tertentu agar Jakarta tidak kondusif menjelang Pilgub DKI Jakarta.

''Jadi tidak benar jika Banser menyerbu. Itu fitnah dan upaya adu domba untuk membuat Jakarta tidak kondusif menghadapi Pilkada,'' ujar Yaqut melalui pesan WA kepada SINDOnews, Selasa (18/4/2017).***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id dan sindonews.com
Kategori:Politik, Peristiwa, GoNews Group
wwwwww