Banser GP Ansor dan Kelompok Ambon Serang Rumah Ketua FPI DKI

Banser GP Ansor dan Kelompok Ambon Serang Rumah Ketua FPI DKI
Ratusan anggota Banser dan puluhan massa yang diduga kelompok Ambon menyerang rumah Ketua FPI DKI Jakarta Buya Abdul Majid, Senin malam. (sindonews.com)
Selasa, 18 April 2017 11:33 WIB
JAKARTA - Ratusan massa yang diduga anggota Banser (Barisan Serbaguna) GP Ansor dan kelompok Ambon menyerang rumah kediaman Ketua Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta Buya Abdul Majid, yang berlokasi di Kramat Lontar, Senen, Jakarta Pusat.

Dikutip dari sindonews.com, peristiwa tersebut terjadi Senin malam, sekitar pukul 23.40 WIB.

Sejumlah warga yang kebetulan berada di lokasi menuturkan, kericuhan yang terjadi di depan kediaman Ketua FPI DKI Jakarta, Buya Abdul Majid, berawal saat datangnya ratusan massa tiba-tiba menyeruduk rumah yang beralamat di Keramat Lontar,Senen tersebut.

''Ini kejadiannya di rumah Buya Majid, ketua FPI DKI yang diserang Ambon dan Banser. sangat tiba-tiba. Sebagian merapat ke sana tapi sebagian di Markas FPI Petamburan," kata Alby Alatas melalui akun twitternya.

Warga Lainnya, Abdullah juga menginformasikan hal serupa. Menurutnya, kericuhan terjadi karena massa dari Banser dan Ambon tiba-tiba meringsek ke kediaman Ketua FPI DKI Jakarta tersebut.

Puluhan anggota FPI yang kebetulan berada di lokasi pun berusaha menghalau kelompok Banser dan Ambon tersebut. ''Ya, tiba-tiba diserang kelompok yang mengatasnamakan Banser dan ormas lain, yang mirip Ambon,'' terangnya.

Polisi kemudian berhasil membubarkan massa. ''Sudah dibubarkan aparat, tapi mereka masih bergerombol. Warga takut juga, takut kena imbas aja," ungkap Abdullah. 

GP Ansor Membantah

Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor Yaqut Cholil Qoumas membantah pihaknya melakukan penyerangan terhadap rumah ketua FPI DKI Jakarta. Menurutnya Itu hanya upaya fitnah yang dilakukan pihak tertentu agar Jakarta tidak kondusif menjelang Pilgub DKI Jakarta.

''Jadi tidak benar jika Banser menyerbu. Itu fitnah dan upaya adu domba untuk membuat Jakarta tidak kondusif menghadapi Pilkada,'' ujar Yaqut melalui pesan WA kepada SINDOnews, Selasa (18/4/2017).***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:GoNews Group, Hukrim, Peristiwa
wwwwww