Perampokan di Jalan Pekanbaru - Bangkinang, Pelaku Tetap Tembak Korban Meski Sudah Terjatuh ke Dalam Parit

Perampokan di Jalan Pekanbaru - Bangkinang, Pelaku Tetap Tembak Korban Meski Sudah Terjatuh ke Dalam Parit
Ilustrasi
Senin, 17 April 2017 00:30 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Nasib tragis dialami Abu Samah (60 tahun). Warga yang berdomisili di Tenayan Raya Pekanbaru ini meregang nyawa usai ditembak perampok di Jalan Lintas Pekanbaru-Bangkinang, Minggu (16/4/2017) petang tadi sekitar pukul 18.15 WIB.

Korban menghembuskan nafas terakhir setelah ditembak dua kali oleh perampok. Informasi yang dirangkum GoRiau.com (GoNews Grup), Abu Samah mengalami luka tembak di punggung dan lehernya.

Petang nahas itu, Abu kabarnya baru pulang mengutip uang. Dalam perjalanan menuju Pekanbaru (Dari Kampar, red) dirinya dikejar penjahat. Korban sempat berupaya lari sehingga pelaku nekat menembak punggungnya satu kali.

Dalam kondisi terluka, Abu bahkan masih sempat berupaya melarikan diri. Menurut saksi mata di lokasi kejadian, ketika itu sepeda motor korban oleng dan bergerak ke kiri jalan. Dia pun akhirnya tersungkur ke parit dekat bahu jalan.

Disitu lah pelaku yang disebut-sebut berjumlah dua orang ini kembali meletuskan senjata apinya untuk kedua kali, membuat korban meninggal dunia. Jasanya langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau Jalan Kartini, Minggu malam.

"Kejadiannya di Jalan Raya Lintas Pekanbaru-Bangkinang. Saksi sempat melihat dari jauh korban membawa motor oleng dan bergerak ke kiri lalu jatuh. Awalnya diduga tabrak lari," ujar Kapolres Kampar, AKBP Edi Sumardi Priadinata menjelaskan.

Kapolres yang diwawancarai GoRiau.com (GoNews Grup) Minggu tengah malam melanjutkan, pihaknya sudah mengamankan barang bukti berupa sepeda motor mereka Supra X. Kini jajarannya tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Hingga berita ini diturunkan, pihak RS Bhayangkara masih melakukan otopsi terhadap jasad korban. Pantauan GoRiau.com (GoNews Grup), anggota keluarga Abu masih berada di sini menunggu proses otopsi selesai.

Abu sendiri sehari-hari merupakan penjual barang harian ke warung-warung (Nganvas, red), mulai dari garam dan lain sebagainya. Nahas, Minggu petang dirinya baru pulang mengutip uang, lalu disasar perampok bersenjata api. ***

Kategori:Hukrim, Peristiwa
wwwwww