Home > Berita > Umum

Wuih, Ratusan Ibu-ibu Ikuti Lomba Kuliner Membuat Lamang di Pantai Padang

Wuih, Ratusan Ibu-ibu Ikuti Lomba Kuliner Membuat Lamang di Pantai Padang
Lomba malamang di Pantai Padang.
Minggu, 16 April 2017 22:44 WIB
PADANG - Sumbar memang surganya kuliner, berbagai panganan khas, unik dan mempesona lahir dari daerah ini, salah satunya adalah lemang atau bahasa minangnya lambang. Sebagai bentuk melestrasikannya, digelar lomba membuat lamang di lokasi nan indah di Pantai Padang.

Lomba ini menarik minat ratusan warga kota Padang, Sumatera Barat,  mengikuti lomba malamang atau lomba membuat lamang di kawasan  Pantai Padang, Minggu (16/4) pagi. Meski dipenuhi asap yang membuat mata perih, para peserta yang kebanyakan kaum ibu tersebut tetap semangat  memasak kuliner khas minangkabau yang dikemas dalam batang bambu tersebut.

Suasana di pinggir Pantai Padang, Sumatera Barat, berubah menjadi hiruk-pikuk.  Ribuan warga kota Padang, yang kebanyakan kaum ibu, berkelompok memasak lamang. Kelompok peserta dibagi berdasarkan kelurahan masing-masing. Lamang adalah  makanan tradisonal masyarakat minang, yaitu beras pulut yang dicampur santan, dimasukkan dalam daun pisang dan dimasak dalam bumbungan bambu.

Proses pembuatan  lamang  ini membutuhkan waktu yang cukup lama, karena bambu sebagai pembungkus harus dibakar dengan api yang cukup besar  hingga lamang  betul-betul matang. Bambunya pun tidak diletakkan di atas nyala api, melainkan diletakkan disampingnya. Tiupan anginlah yang membuat nyala api membesar dan membakar bambu lamang tersebut.

Lomba malamang ini sengaja dibuat oleh Pemko Padang untuk melestarikan kuliner khas minangkabau tersebut.  Sebab, saat ini,  lamang hanya marak dibuat orang menjelang hari raya idhul fitri maupun pesta adat semata.

“Ini adalah salah satu cara untuk menghidupkan tradisi kuliner kita.tradisi kuliner minang ini tidak boleh terputus regenerasinya. Jadi dari generasi tua, harus diturunkan kepada generasi mudanya. Agar kuliner ini tidak sampai hilang ditelan zaman,” kata Harneli Bahar, ketua PKK Kota Padang.

Sebelum  dibakar, bambu tersebut  harus diisi dahulu dengan beras ketan  yang dicampur beras biasa  yang telah dicuci . Setelah  bambu penuh,  barulah diletakkan di tempat pembakaran  dengan posisi berdiri. Kemudian diisikan santan kelapa hingga penuh. Bambu lamang pun dibakar hingga matang. Para peserta bebas mengkreasikan  rasa lamangnya. Ada yang mencampur dengan jagung,  pisang ataupun ubi.

Ada berbagai kriteria yang ditetapkan panitia lomba malamang ini, antara lain rasa, warna, bentuk penyajian, dan kemampuan menjawab pertanyaan seputar lamang itu sendiri.

''Sudah pasti kriteria lomba yang utama adalah rasa. Rasanya harus enak. Kemudian warna, cara panyajian, dan kemampuan peserta menjawab pertanyaan juri terkait lamang itu sendiri,'' kata Medi Iswandi, Kadis Pariwisata kota Padang.

Pemenang lomba ini akan mendapatkan hadiah utama satu ekor sapi, kemudian ada juga hadiah berupa kambing, dan uang tunai. Lomba  membuat lamang ini merupakan kegiatan tahunan dinas pariwisata kota padang, untuk menarik kunjungan wisatawan ke kota yang kaya dengan aneka ragam kuliner tradisional tersebut. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:topikini.com
Kategori:Umum, GoNews Group
wwwwww