Sepanjang 2016, Sebanyak 393 Kasus Pelecehan Seksual Anak Terjadi di Sumbar

Sepanjang 2016, Sebanyak 393 Kasus Pelecehan Seksual Anak Terjadi di Sumbar
Minggu, 16 April 2017 21:55 WIB
BUKITTINGGI - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) terus mensosialisasikan gerakan perlindungan anak ke seluruh pelosok Indonesia. Menteri PPPA Yohana Yambise membuat program Berlian (Bersama Lindungi Anak) untuk menekan tingginya angka kekerasan seksual terhadap anak. Daerah yang pertama-tama menjadi lokasi sosialiasi adalah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Yohana akan berada di Sumatera Barat hingga 21 April 2017 mendatang.

Dalam sambutannya di Lapangan Kantin, Bukittingi, Yohana menyampaikan jumlah kekerasan anak yang diterima akan-anak di Sumbar mencapai 558 kasus. Terdiri 165 kekerasan fisik, dan 393 sisanya merupakan kekerasan seksual.

"Kami akan melakukan kampanye Berlian ke seluruh pelosok Indonesia sebagai upaya menekan angka kekerasan terhadap anak. Berdasarkan Data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumatera Barat, angka kekerasan terhadap anak di Provinsi Sumatera Barat sepanjang 2016 terdapat 165 kasus kekerasan fisik terhadap anak dan 393 kasus pelecehan seksual terhadap anak," kata Yohana melalui keterangan tertulis yang diterima dari Humas Kementerian PPPA, Minggu (16/4/2017).

"Yang terbaru adalah kasus pencabulan terhadap anak yang terjadi di Kelurahan Aur Tajungkang Tangah Sawah, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, di mana korbannya adalah 9 orang anak dan kemungkinan jumlah korban masih akan terus bertambah," lanjutnya.

Selain program Berlian, Yohana juga mencanangkan program IVA Test sebagai bentuk pencegahan penyakit kanker serviks bagi perempuan. Menurut Yohana, kasus-kasus yang terjadi di Bukittinggi harus jadi pembelanjaran untuk lebih waspada kedepannya.

"Saya mengapresiasi Pemerintah Kota Bukittinggi yang melakukan langkah cepat dalam penanganan kasus pencabulan terhadap anak yang terjadi di Kelurahan Aur Tajungkang Tangah Sawah. Saya berharap Kota Bukittinggi dapat menjadi role model upaya perlindungan terhadap anak dari berbagai bentuk kekerasan di seluruh wilayah Indonesia," tutur Yohana. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:detikcom
Kategori:GoNews Group, Umum, Bukittinggi
wwwwww