Nasional

Dicaci-maki Bernada Rasis oleh Mahasiswa Steven Hadisurya Sulistyo di Bandara Changi, Gubernur NTB Pilih Memaafkannya

Dicaci-maki Bernada Rasis oleh Mahasiswa Steven Hadisurya Sulistyo di Bandara Changi, Gubernur NTB Pilih Memaafkannya
Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH Muhammad Zainul Majdi. (republika.co.id)
Jum'at, 14 April 2017 16:25 WIB
MATARAM - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH Muhammad Zainul Majdi dicaci-maki bernada rasis oleh seorang mahasiswa Indonesia bernama Steven Hadisurya Sulistyo di tempat check-in counter Batik Air di Bandara Changi, Singapura, Ahad (9/4) lalu.

"Dasar Indo, Dasar Indonesia, Dasar Pribumi, Tiko," kata Steven ketika itu mencaci-maki TGH Muhammad Zainul Majdi dan istri.

TGH Muhammad Zainul Majdi membenarkan kejadian penghinaan yang menimpa dirinya dan istrinya saat berada di Bandara Changi tersebut.

''Memang benar terjadi kejadian tersebut,'' kata Zainul usai Shalat Jumat di Islamic Center NTB, Jumat (14/4).

Pria yang dikenal dengan Tuan Guru Bajang (TGB) itu menuturkan kondisi pada saat itu memang agak kurang nyaman mengingat banyaknya antrean. Hingga akhirnya terjadi kesalahpahaman yang membuat dirinya dihina dengan perkataan yang sangat tidak pantas.

Begitu mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, TGB hendak memproses hukum yang bersangkutan lantaran pelaku terus bersikukuh dan tersulut emosi.

''Saya mau melapor karena awalnya tidak mau meminta maaf, tapi kemudian meminta maaf ya sudah saya maafkan," kata TGB.

TGB enggan meneruskan perkara tersebut usai yang bersangkutan menyampaikan permohonan maaf dan mengakui kesalahannya di Pos Polisi Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Dia meminta kepada warga NTB untuk tidak terpancing emosi dan mengedepankan keamanan dan ketertiban. ''Tenang-tenanglah, jaga keamanan NTB,'' imbau TGB.

TGB bercerita, pada pekan lalu ia sempat berkhutbah tentang Quran Surat Al Hujurat ayat 13 tentang bagaimana perbedaan bangsa, suku, ras, bukan menjadi urusan manusia, melainkan ranah kekuasaan dari Allah SWT.

''Jadi tidak boleh ada rasisme dalam Islam atau kepada umat Islam. Saya yakini betul Islam merupakan umat yang sangat toleransi,'' TGB menegaskan.

Sangat Tidak Pantas

Sekretaris Umum Pemuda Muhammadiyah Pedri Kasman menilai bahwa tindakan aksi rasis seorang mahasiswa bernama Steven Hadisurya kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH Muhammad Zainul Majdi dan istri, sangat tidak pantas. Kata-kata mencaci yang dilayangkan sangat bersifat rasis dan kasar.

"Siapapun anak di negeri ini tidak pantas diperlakukan seperti itu, baik dia orang pribumi atau pendatang," kata Pedri melalui pesan singkat yang diterima Republika.co.id, Jumat (14/4).

?Menurut Pedri, ?dari caranya berucap patut diduga ini kebencian yang sudah disimpan lama. Seolah pribumi itu layak direndahkan. Hal semacam ini berpotensi menimbulkan konflik SARA jika tidak dilakukan penindakan. Jika dibiarkan, kata dia, semua orang akan dengan mudah melecehkan kelompok yang tidak dia sukai.

Pedri berharap semua warga ?negara termasuk warga nonpribumi atau pendatang, bisa mengikuti nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. "Kesopanan, saling menghargai, tepo seliro (tenggang rasa), menghormati ulama, dan orang tua adalah warisan budaya yang harus dipertahankan," ujarnya.

Pedri bangga dengan sikap TGH Zainul Majdi yang bisa bersikap tenang dan cepat memberi maaf. Hal ini memperlihatkan bahwa TGH Zailnul Majdi merupakan pemimpin yang punya nilai rasa tinggi. Sebab, seorang pemimpin memang harus akrab dengan nilai-nilai luhur dan sensitif terhadap kerusakan perilaku anak bangsa yang dipimpinnya?.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:GoNews Group, Umum
wwwwww