Boros! Hanya untuk Furniture, Menko Maritim Luhut Anggarkan Dana Rp6,4 Miliar

Boros! Hanya untuk Furniture, Menko Maritim Luhut Anggarkan Dana Rp6,4 Miliar
Jajang Nurjaman. (istimewa)
Senin, 10 April 2017 12:25 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman di tahun 2016 menganggarkan uang negara sebesar Rp6,4 miliar lebih untuk Proyek pengadaan Meubelair dan Furniture.

Barang tersebut kini dipajang di Ruang Pimpinan Utama dan Ruang Kerja Menko Bidang Kemaritiman yang berlokasi di Gedung I BPPT Jl.MH. Thamrin No.8 - Jakarta Pusat.

Hal ini tentu membuat banyak yang kecewa, disaat ekonomi masyarakat sedang carut marut, Kementerian pimpinan Luhut Binsar Pandjaitan justru membeli barang mewah seharga miliaran.

PT. Wijaya Kusuma Lestari yang beralamat di Jl. RS Fatmawati No. 1 C Lantai 4 Jakarta Selatan, didapuk Menko Bidang Kemaritiman sebagai perusahaan penyedia Meubelair dan Furniture.

Untuk mendapatkan barang-barang mewah tersebut Kementerian yang dipimpin Luhut Binsar Pandjaitan harus merogoh kocek uang negara sebesar Rp6.140.866.000.

Data tersebut seperti diungkapkan Koordinator Koordinator Investigasi CBA (Center for Budget Analysis), Jajang Nurjaman kepada GoNews.co, Senin (10/4/2017) di Jakarta.

"Nampaknya para pemimpin kita memiliki selera sangat tinggi, seperti yang terlihat di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. Namun patut disayangkan selera tersebut harus dibayar mahal dengan semakin terkurasnya uang negara demi memenuhi hasrat para pejabat kita. Publik pokoknya harus memaklumi, mungkin tuntutan kerja para menteri kita yang begitu berat sehingga perlu tempat kerja yang nyaman," ujar Jajang.

Begitu juga dengan PT. Sumber Berkat Usaha Mandiri kata Jajang, yang dibutuhkan Menko Bidang Kemaritiman dan jajarannya barang berkualitas yang sesuai dengan selera tingginya.

"Bukan barang dengan harga yang murah atau terjangkau, tak perduli angka yang ditawarkan hampir setengahnya dari PT Wijaya Kusuma Lestari senilai Rp3,982,000,000 harap maklum, kalau barangnya tidak sesuai selera maka gugur sudah dari persaingan," sindir Jajang.

Lanjutnya, entah kalimat mana yang pas untuk fakta di atas. Pemborosan anggaran, potensi kerugian negara, yang jelas sangat jauh dari kata efesiensi anggaran seperti yang selalu digaung-gaungkan Presiden kita.

"Hanya satu yang pasti yakni duit negara sebesar Rp2,448,000,000 menguap begitu saja," pungkasnya. ***
loading...
wwwwww