Home  /  Berita  /  GoNews Group

Tahun Ini, Bandara Soetta dan Minangkabau Dilengkapi Fasilitas Kereta

Tahun Ini, Bandara Soetta dan Minangkabau Dilengkapi Fasilitas Kereta
Minggu, 09 April 2017 06:50 WIB
MEDAN - PT Angkasa Pura II (Persero) memastikan, ada dua bandara yang akan dilengkapi dengan fasilitas kereta tahun ini.

Direktur Utama Angkasa Pura II (AP II), Muhammad Awaluddin, mengatakan dua bandara yang mengoperasikan kereta adalah Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta) dan Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

''Tahun ini akan ada 2 kereta bandara lagi yang akan beroperasi, kereta bandara Soekarno-Hatta yang Agustus tahun ini, dan kereta bandara Padang Minangkabau," kata Awaluddin kepada detikFinance, Sumatera Utara sebagaimana dikutip GoSumbar.com, Sabtu (8/4/2017).

Saat ini, kata Awaluddin, Angkasa Pura II baru mengoperasikan kereta bandara Kualanamu. Untuk dua kereta di dua bandara masih dalam tahap penyelesaian.

Ads

Awaluddin memastikan, stasiun untuk kereta Bandara Soetta sudah selesai dan siap digunakan. Sedangkan untuk kereta Bandara BIM yang panjangnya sekitar 27 kilometer (km) akan menghubungkan Stasiun Bandara ke Stasiun Simpang Haru, Kota Padang.

''Agustus beroperasinya, sekarang mereka sedang menyelesaikan beberapa titik lintasan, stasiun dibandaranya sudah selesai," jelasnya.

Awaluddin menjelaskan, kereta Bandara Soetta akan dioperasikan PT Railink yang merupakan anak usaha dari PT Kereta Api Indonesia dengan penguasaan saham sebesar 60%, dan 40% dikuasai oleh Angkasa Pura II. Sedangkan operator untuk kereta Bandara Internasional Minangkabau, akan dilakukan langsung oleh PT Kereta Api Indonesia.

Pemerintahan kabinet kerja di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla tengah mempercepat infrastruktur, salah satunya yang baru saja diresmikan peletakan batu pertama proyek akses perkeretaapian Bandara Internasional Adi Soemarmo, Jawa Tengah.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan jalur kereta yang akan dibangun ialah sepanjang 13,5 kilometer (km). Jalur tersebut dibagi menjadi dua bagian. "Yang 3,5 km merupakan jalur existing (Solo-Gundih). Yang 10 km jalur baru. Trase sudah dikeluarkan. Nanti pelaksanaannya merupakan sinergi APBN dan BUMN," terang Budi Karya.

Seperti diketahui, pembangunan jalur KA bandara dikerjakan oleh tiga BUMN, yakni PT Kereta Api Indonesia, PT Angkasa Pura I dan PT Pembangunan Perumahan. Tiga perusahaan itu akan membuat sebuah konsorsium untuk melaksanakan proyek itu. ***

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:GoNews Group, Sumatera Barat, Ekonomi
wwwwww