5 Warga Nganjuk Tertimbun Longsor

5 Warga Nganjuk Tertimbun Longsor
Ilustrasi longsor. (republika.co.id)
Minggu, 09 April 2017 20:55 WIB
JAKARTA - Musibah tanah longsor terjadi di Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Nganjuk, Jawa Timur, Ahad (9/4/2017). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut diduga ada lima warga tertimbun longsor tersebut.

"Korban baru diduga, lima orang tertimbun," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Ahad (9/4).

Berdasarkan laporan BPBD Nganjuk, lima orang diduga hilang tertimbun longsor tersebut adalah Kodri (15), Doni (23), Dwi (17), Bayu 14), dan Paidi (55). Korban beralamat di Sumberbendo, Ngentos danĀ  Dusun Njati, Desa Blongko.

Sutopo menuturkan, berdasarkan laporan awal Pusdalops BPBD Kabupaten Nganjuk longsor terjadi di Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos. Longsor tersebut jatuh ke sungai dengan ketebalan 10 meter.

"Longsor menjadi bendungan alam," ujar dia.

Luas longsoran sekitar tiga hektar (ha). Sementara di daerah itu yang rawan longsor yakni seluas tujuh hektar. Daerah tersebut banyak ditumbuhi tanaman cengkeh dan mangga.

Masih Dicari

Pihak BPBD Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur mengatakan, pencarian korban tertimbun longsor masih dilakukan.

"Tim masih berupaya mencari korban," kata Kepala BPBD Kabupaten Nganjuk Sukoyono di Nganjuk, Ahad (9/4).

Ia mengatakan, salah seorang korban yang tertimbun tanah longsor, Paidi (55 tahun), warga Dusun Njati, Desa Blongko, saat itu sedang bekerja di kebun di Dusun Dolopo, Desa Kepel.

Menurut dia, medan di lokasi tanah longsor tersebut cukup sulit, karena berupa kebun. Hal itu juga menjadi kendala, dalam mendatangkan alat berat untuk mencari korban. Untuk saat ini, pencarian masih dilakukan secara manual.

Sukoyono menambahkan saat ini pencarian juga bertambah sulit, sebab di lokasi juga tanpa penerangan listrik. Pencarian akan kembali dilanjutkan keesokan harinya, dengan harapan segera ada kejelasan dugaan korban tertimbun itu.

Musibah tanah longsor terjadi di Kabupaten Nganjuk, tepatnya di areal Gunung Wilis, Dusun Dolopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos dengan ketinggian sekitar 10 meter. Longsor menutupi sungai, sehingga menyebabkan terjadinya bendungan alam.

Longsor itu terjadi Ahad siang, sekitar pukul 14.00 WIB. Sebelum kejadian itu, di tempat yang sama sudah terjadi tanah longsor tepatnya sekitar tiga hari lalu, sehingga musibah kali ini adalah longsor susulan.

Luas lahan yang terkena tanah longsor sekitar 3 hektare lahan, sementara secara keseluruhan yang rawan ada sekitar 7 hektare. Lokasi tersebut adalah areal perbukitan yang mayoritas ditanami cengkih serta mangga. Di lokasi tersebut juga cukup jauh dari perkampungan warga.

Sementara itu, Bupati Nganjuk Taufiqurrahman mengaku sudah mendengar terjadinya tanah longsor di Kecamatan Ngetos tersebut. Ia meminta semua tim melakukan pengecekan terkait dengan korban yang diduga tertimbun itu. Ia juga mengatakan, Kecamatan Ngetos, termasuk daerah yang rawan longsor. Di tempat itu, ditemukan sejumlah rekahan dengan lebar bervariasi. Selain itu, daerah rawan lainnya adalah Kecamatan Sawahan.

''Kemarin tim juga mengantisipasi retak, sebab ada beberapa tempat yang harus mendapatkan perhatian, karena bahaya. Ini juga terjadi karena curah hujan yang tinggi,'' kata Bupati.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:GoNews Group, Peristiwa
wwwwww