Kumpulkan Pemilik Hiburan Malam, Apa Ya Alasan Kapolresta Padang?

Kumpulkan Pemilik Hiburan Malam, Apa Ya Alasan Kapolresta Padang?
Sabtu, 08 April 2017 19:00 WIB
Penulis: Agib Noerman
PADANG - Polresta mengumpulkan puluhan pemilik dan pengelola hiburan malam Kota Padang, Sabtu (8/4/2017). Menurut Kapolres Padang, Kombes Pol Chairul Aziz mengatakan upaya mengumpulkan pemilik hiburan malam untuk rapat koordinasi.

"Ini terkait aksi bela Islam Ranah Minang yang akan dilakukan Ormas Islam Sumbar yang informasinya akan digelar, Senin (10/4/2017)," kata Kapolres saat pertemuan tersebut.

Chairu Aziz mengaitkan situasi politik pilkada DKI Jakarta yang memanas merembet ke daerah terutama Kota Padang. Untuk itu, lanjutnya, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan Polresta berkoordinasi dengan pemilik tempat hiburan malam.

Kapolres melanjutkan, informasinya, aksi bela Islam di Padang akan menuntut krematorium HBT, menolak pembangunan padang landmark, penutupan tempat hiburan malam dan tempat karaoke inul vista untuk ditutup.

Menyikapi hal tersebut, Polresta Padang saat ini telah berkoordinasi dengan tokoh-tokoh agama dan MUI Kota Padang, serta melakukan upaya antisipasi seperti razia terhadap tempat hiburan dan pengembosan terhadap massa aksi dengan tujuannya agar jumlah massa aksi dapat diminimalisir, serta mengantisipasi aksi yang bermuara pada tindakan anarkisme atau pengerusakan terhadap tempat hiburan di Kota Padang, kata Kombespol Chairul Aziz saat memberikan arahan di Ruang Rupatama Mapolresta Padang, Sabtu (8/4/2017).

Untuk mengantisipasi tindakan yang tidak diinginkan dalam aksi tersebut, Kapolresta Padang menghimbau kepada para pemilik (owner) tempat hiburan yang ada di Kota Padang untuk dapat mentaati peraturan-peraturan yang ada.

" Himbauan tersebut, bertujuan agar situasi kamtibmas di Kota Padang tetap terjaga dan mengantisipasi tindakan aksi yang diinginkan seperti pengerusakan yang dilakukan oleh massa saat Aksi Bela Islam Ranah Minang," ungkap Kapolresta.

Polresta Padang akan menurunkan sekitar 440 personil yang terdiri dari 220 personil Sabara dan 220 personil dari Brimob Polda Sumbar, kata Kapolresta Padang.

Selain itu, Polresta Padang juga menghimbau kepada para pemilik tempat hiburan untuk dapat memberikan konstribusinya berupa laporan terkait hal-hal yang dinilai dapat menganggu kamtibmas.

" Pemilik tempat hiburan diharapkan dapat memberikan laporan baik itu peristiwa maupun hal lainnya melalui aplikasi Integrated Quick Respon (IQR) Polresta Padang. Aplikasi tersebut dapat di download di Google Play Store," tutup Kapolresta Padang.

Sementara itu, Perwakilan MUI Kota Padang, Yulriadi mengatakan MUI Kota Padang saat ini menghimbau Ormas Islam yang terdaftar di MUI seperti NU, Tarbiyah, Perti, Muhamadiyah untuk tidak melakukan aksi bela Islam ranah Minang. MUI Kota Padang berharap kepada para pemilik tempat hiburan agar dapat mentaati peraturan yang ada dan bagi pengelola hotel diharapkan dapat menciptakan suasana bernuansa Islami pada saat bulan ramadhan.

Dalam rapat koordinasi tersebut dibuka sesi tanya jawab, adapun beberapa pemilik tempat hiburan seperti Teebox dan Inul Vizta meminta kepada Polresta Padang untuk dapat memberikan pengamanan khususnya saat aksi bela islam ranah minang yang akan dilakukan pada 10 April 2017 guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.(agb)


wwwwww