Dikunjungi Bos PLN, Gubsu: Kalau Ramadhan Tak Mati Lampu, Saya Beri Reward

Dikunjungi Bos PLN, Gubsu: Kalau Ramadhan Tak Mati Lampu, Saya Beri Reward
Sabtu, 08 April 2017 07:43 WIB
MEDAN - Perkara kurang profesionalnya pihak PT PLn (Persero) bekerja memberi pelayanan kepada masyarakat ternyata juga dirasakan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi. Dia pun ''menyindir'' PLN saat menyambangi kantornya.

Gubsu menegaskan, PLN kini menemukan langkah kemajuan dengan penambahan daya dan pasokan listrik. Namun, pemadaman bisa terjadi dikarenakan masalah teknis.

“Kalau Ramadhan ini tidak ada pemadaman listrik PLN bisa kita beri reward atau penghargaan. Begitu juga saat hari-hari besar lainnya termasuk saat para siswa ujian,” ujar Erry ketika menerima kunjungan pimpinan PLN Pembangkitan Sumatera Bagian Utara (Kitsbu) di kantor Gubsu di Medan, Jumat (7/4).

Hadir General Manager PLN Kitsbu Sugiyanto bersama Hilda Iriani, Prabu Sulistiyo dan A Haris Nasution. Sedangkan Gubsu didampingi Asisten Ekbang Ibnu S Hutomo, dari Dinas ESDM Karlo Purba dan Kabag Humas Setda Provsu Indah Dwi Kumala.

Dalam kesempatan itu, Gubsu Erry menyambut baik dan berharap persoalan byarpet di Sumut dapat teratasi khususnya menjelang dan perayaan hari besar. Bahkan Gubsu memberi tantangan kepada PLN jika persoalan byarpet tidak terjadi saat bulan puasa pihaknya akan memberikan reward kepada PLN.

Sementara, GM PLN Kitsbu Sugiyanto menjelaskan, selain adanya penambahan daya listrik dari beberapa pembangkit yang ada, Sumut pun akan mendapat pasokan listrik dari kapal pembangkit listrik atau Marine Vessel Power Plant (MVPP) yang diperkirakan tiba di Belawan pada 20 Mei 2017 mendatang. MVPP yang dikontrak Indonesia dari perusahaan Karpowership akan menambah daya listrik 240 Mega Watt.

“Saat ini kita punya cadangan sekitar 4-5 persen. Dengan masukan listrik 240 Mega watt dari MVPP setidaknya bisa menambah 6 persen. Jadi setidaknya ada cadangan kita sebesar 10 persen. Jadi kalau ada tambahan konsumen lagi kita sudah siap,” ujarnya.

Dijelaskannya selama 10 tahun ini di PLN selalu defisit listrik. Hal ini disebabkan karena beberapa pembangkit-pembangkit yang baru datangnya terlambat dibandingkan dengan kebutuhan masyarakatnya.

“Jadi pembangkit listrik diatas kapal ini mulai berangkat pada 20 April dari Turky dan tiba 20 Mei di Belawan. Sehingga kita yakin nanti pada awal Ramadhan bisa beroperasi dan bisa amanlah,”pungkasnya. ***
loading...
Editor:Hermanto Ansam
Sumber:waspada.co.id
Kategori:GoNews Group, Umum
wwwwww