Sempat Buat Pesan Minta Maaf ke Orang Tua, Abdul Ditemukan Tergantung di Rumahnya

Sempat Buat Pesan Minta Maaf ke Orang Tua, Abdul Ditemukan Tergantung di Rumahnya
Jenazah Abdul Latif di RSSN Bukittinggi, Kamis 6 April 2017 sekira pukul 17.30 WIB.
Jum'at, 07 April 2017 16:24 WIB
Penulis: Jontra
BUKITTINGGI - Entah ada persoalan apa, tiba-tiba saja Abdul Latif (20) ditemukan tergantung dengan seutas tali di rumahnya yang terletak di Ladang pinggir Ngarai, RT 03 RW 03 Kelurahan Birugo , Kecamatan ABTB, Bukittinggi-Sumbar, sekitar pukul 16.00 WIB, Kamis 6 April 2017.

Walaupun peristiwa tersebut segera diketahui, namun sayang nyawa korban sudah tak tertolong lagi setelah dirinya sempat mendapat perawatan medis di sebuah rumah sakit di Bukittinggi.

Berdasarkan informasi dari tetangga sekitar rumahnya, Abdul Latif telah berumah tangga dan memiliki seorang anak, yang saat ini berdomidili di Kota Pekanbaru, Riau. Sedangkan korban yang belum memiliki pekerjaan tetap, tetap tinggal di Bukittinggi bersama orangtuanya di Kawasan Birugo.

Sementara itu, berdasarkan keterangan dari keluarganya, di telepon seluler Abdul Latif juga ditemukan tulisan pesan singkat yang berisikan "Maafan Sado Salah Dul, Ma Pa, Silau Cucu (Maafkan semua salah Dul, mama papa, tengok cucu)", namun sayang pesan tersebut belum sempat terkirim olehnya.

Tergantungnya Abdul Latif pertama kali ditemukan oleh ibunya Jasmar (65). Saat itu, ibu korban melihat anaknya tergantung dengan seutas tali yang diikat pada kayu penyangga loteng rumah mereka.

Ibu korban yang terperanjat melihat anaknya tergantung, segera meminta pertolongan kepada warga sekitar sambil menangis dan berteriak.

“Saat dia ditemukan, suhu tubuhnya masih hangat, kemudia juga terdengar suara seperti orang mengorok dari tenggorokan Abdul,’’ ungkap Trio Eka Putra, salah seorang warga yang ikut membantu menurunkan Abdul yang tergantung atas perintah orang tua nya.

Karena menduga dia masih hidup, Trio bersama warga lainnya segera bergegas membawa Abdul ke Rumah Sakit Stroke Nasional (RSSN), dengan menggunakan sepeda motor dengan cara berboncengan tiga.

Setelah tiba di rumah sakit, Abdul langsung ditangani oleh tim medis. Saya lihat layar di monitor masih ada tanda jika dia masih bernyawa, ungkap Trio.

Namun, tak berselang lama, sekitar setengah jam sekira pukul 16.30 WIB, Abdul dinyatakan meninggal oleh tim medis di rumah sakit itu.

Sementara itu, Kapolres Bukittinggi AKBP Arly Jembar Jumhana melalui Kanit II Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bukittinggi, Ipda Endri Lepi juga menyebutkan, saat proses identifikasi dilaksanakan, tidak ada tanda-tanda adanya tindakan kekerasan kami temui pada fisik Abdul, sehingga, kami menyimpulkan diduga kuat penyebab Abdul meninggal dunia memang karena menggantung dirinya sendiri, ungkapnya.(**)

wwwwww