Parlemen Eropa Hina Sawit Indonesia, Menteri KLH Klarifikasi

Parlemen Eropa Hina Sawit Indonesia, Menteri KLH Klarifikasi
Menteri KLH Siti Nurbaya. (inilah.com)
Jum'at, 07 April 2017 23:59 WIB
JAKARTA - Report on Palm Oil and Deforestation of Rainforests telah disahkan Parlemen Eropa di Starssbourg.Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengaku telah mengetahui hal itu.

Karena itu, Siti Nurbaya didampingi oleh Duta Besar Indonesia untuk Finlandia Wiwiek Setyawati Firman melakukan klarifikasi yang menyebut persoalan sawit adalah masalah besar yang dikaitkan dengan isu korupsi, pekerja anak, pelanggaran HAM, penghilangan hak masyarakat adat dan lain-lain.

''Bagi Indonesia, isu sawit seperti ini merupakan hal yang sensitif dan dalam kaitan lingkungan serta kehutanan, maka saya harus merespons,'' kata Nurbaya, Jumat (7/4/2017).

Ia menjelaskan industri sawit di Indonesia merupakan industri besar yang menyangkut hajat hidup petani meliputi areal tanam sawit seluas 11,6 juta hektar, dimana 41 persen merupakan tanaman petani atau small holders.

''Kemudian, tenaga kerja dari usaha hulu hingga hilir tidak kurang dari 16 juta orang petani dan tenaga kerja,'' ujarnya.

Menurutnya, catatan-catatan negatif dalam mosi tersebut merupakan penghinaan kepada Indonesia dan tidak bisa diterima. Yakni, tuduhan sawit adalah korupsi, eksploitasi pekerja anak, pelanggaran hak asasi manusia dan sawit menghilangkan hak masyarakat adat.

''Semua itu tuduhan yang keji dan tidak relevan sekarang,'' jelasnya.

Pemerintah Indonesia dalam kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) justru sedang melaksanakan praktik-praktik sustainable management dalam pengelolaan sawit dan industri-industri land based lainnya saat ini dan sedang diintensifkan.

''Sustainable development jadi concern pemerintah saat ini sama seperti orientasi Parlemen Eropa dan negara-negara lain di dunia, Indonesia termasuk yang didepan dalam upaya implementasi Paris Agreement,'' katanya.

Untuk itu, Nurbaya mengatakan resolusi nada penghinaan kepada Indonesia dengan jumlah penduduk keempat terbesar di dunia ini tidak bisa diterima. ''Indonesia akan mampu berhadapan dengan negara manapun di dunia, manakala kedaulatannya terusik,'' tandasnya. ***
loading...
Editor:hasan b
Sumber:inilah.com
Kategori:GoNews Group, Umum
wwwwww