Kemilau Indonesia Photo Contest 2017 Promosikan 10 Destinasi Bali Baru

Kemilau Indonesia Photo Contest 2017 Promosikan 10 Destinasi Bali Baru
Konfrensi pers Kemenpar RI. (istimewa)
Rabu, 29 Maret 2017 20:27 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ajang Kemilau Indonesia Photo Contest (KIPC) 2017 diluncurkan secara resmi di Jakarta, Rabu (29/3). Ajang tersebut merupakan salah satu upaya untuk mempromosikan 10 destinasi prioritas atau biasa disebut 10 Bali baru yang dicanangkan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Sekretaris Kemenpar RI Ukus Kuswara mengatakan, KIPC 2017 merupakan rangkaian acara yang terdiri dari lomba foto destinasi dan pameran hasil lomba fotografi yang mengangkat tema 10 destinasi Bali Baru yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia.

Menurut Ukus, KIPC 2017 merupakan bagian dari upaya mempromosikan potensi pariwisata di Indonesia yang digelar dalam bentuk Lomba Foto dan Pameran Foto secara terangkai.

"KIPC 2017 digelar dengan bekerja sama Forum Wartawan Kementerian Pariwisata (Forwapar) dan Kemenpar," kata Ukus.

Ukus Kuswara menyambut baik digelarnya KIPC 2017 yang salah satunya bertujuan untuk mendongkrak dan mempromosikan 10 Bali Baru.

?"Tema yang diangkat “10 Bali Baru”, dimana tema tersebut mengistilahkan 10 destinasi prioritas yang akan dikembangkan secara lebih fokus oleh Pemerintah," katanya.

"Apalagi dengan peran media sebagai ujung tombak pariwisata Indonesia. Unsur Penthahelix ini menjadi bagian penting untuk memajukan Pariwisata termasuk 10 Bali Baru, ini akan menjadi daya tarik tersendiri, karena gambar atau visual sangat berarti bagi Pariwisata," ujarnya.

Sebanyak 10 Bali Baru tersebut meliputi Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (Jakarta), Borobudur (Jawa Tengah), Kawasan Bromo Tengger Semeru (Jawa Timur), Mandalika (Lombok), Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara).?

Ketua Penyelenggara KIPC 2017 Fatkhurrohim menambahkan ajang ini sekaligus diharapkan mampu mendongkrak popularitas destinasi yang sudah meredup, di samping juga memperkenalkan potensi baru yang tengah dikembangkan terhadap khalayak ramai.

"Rangkaian acara ini diharapkan mampu mendorong mobilitas wisatawan sekaligus mempromosikan 10 Bali Baru kepada publik yang lebih luas," katanya.

Untuk lomba sendiri dibuka untuk umum dan profesional/pewarta foto mulai 30 Maret 2017.Sedangkan Pameran Foto digelar pada 11-14 April 2017 sekaligus pengumuman pemenang bersamaan dengan acara Gebyar Wisata dan Budaya Nusantara di Jakarta Convention Center (JCC).

?"Ajang ini akan melibatkan para insan dan juri profesional, pengalaman di bidangnya seperti pengajar fotografi, photo traveler, dan pewarta foto nasional," katanya.

?KIPC 2017 didukung oleh berbagai pihak di antaranya Mercure Sabang Jakarta, Jasa Angkasa Semesta, Intiwhiz Hospitality Management, Harris FX Senayan, Consina Outdoor Equipment, dan lain-lain.

Hadir dalam press conference itu antara lain Sekretaris Kemenpar Ukus Kuswara, Ketua Dewan Juri Gatot Subroto, Stafsus Menpar Bidang Komunikasi dan Media Don Kardono, Plt Karo Komblik Kemenpar Iyung Masruroh, dan Pengurus Forwarpar.

Don Kardono menyebut kompetisi foto untuk umum dengan tema 10 destinasi ini cukup strategis. Fotogafi adalah lifestylenya anak-anak muda. Turunan dari gaya hidup digital yang makin digandrungi anak-anak muda, travellers dan netizen. Mengapa strategis?

Pertama, kata Don Kardono, revolusi peralatan fotografi makin dramatik. Sekarang peralatan fotografi, kamera dengan resolusi tinggi, sudah tersedia dengan mudah melalui HP. Lebih handy, lebih mudah mengoperasikan, lebih digital dan tiap orang memegangnya.

Kedua, lanjut Don, media sosial sudah menyediakan dengan longgar dan free untuk memposting karya fotografi. Dulu orang memotret, dicetak, disimpan. Sekarang orang memotret langsung share ke Instagram, Facebook dan Twitter.

Ketiga, ucap Don, behavior orang mengambil momentum, selfie, lalu diposting di medsos. Maka, begitu punya foto bagus, secara alamiah, anak-anak muda itu lamgsung mengupload ke medsos. Wonderful Indonesia akan menyebar lebih luas, dan mewarnai media sosial. "Yuk ikutan? Soal juara nomor sekian, yang penting bisa eksplorasi sudut-sudut keindahan Pesona Indonesia,"tutur Don Kardono. ***

wwwwww