PDIP NTT ajak warga NTT Jakarta Selatan dukung Ahok-Djarot

PDIP NTT ajak warga NTT Jakarta Selatan dukung Ahok-Djarot
Ahok-Djarot. (istimewa)
Jum'at, 24 Maret 2017 13:49 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Sejumlah kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang saat ini aktif sebagai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan bersilahturahmi dengan warga NTT yang ada di Jakarta Selatan pada Jumat (24/3/2017).

Sekertaris DPD PDIP NTT, Nelson Obet Matara mengatakan, tujuan silahturahmi tersebut untuk satukan kekuatan mendukung pasangan calon nomor urut dua Basuki T Purnama alias Ahok-Djarot Saiful Hidayat (Basuki-Djarot).

"Besok acaranya. Kita kumpul masyarakat NTT yang ada di Jakarta Selatan. Kita kumpul dan makan bersama serta satukan kekuatan mendukung Ahok-Djarot untuk memenangkan Pilgub 19 April. Hanya itu besok," ujar Nelson di Jakarta, Kamis (23/3) malam.

Menurut Wakil Ketua DPRD Propinsi NTT bagian infrastruktur dan Ekonomi ini, kegiatan ini merupakan instruksi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP.

Lanjut Bakal Calon Bupati Kabupaten Kupang ini, setelah mendapatkan instruksi tersebut, pihaknya kemudian menginisiasi semua stakeholder yang ada sehingga acaranya berjalan sesuai yang diagendakan.

"Kegiatan ini atas instruksi DPP PDIP. Inisiasinya saya sebagai pimpinan DPRD Propinsi NTT dan seluruh teman-teman yang bergabung di dalamnya. Kita kumpul bersama dan kita bicara untuk dukung Ahok-Djarot besok," terangnya.

Selain persatukan kekuatan warga NTT yang ada di Jakarta Selatan, Nelson juga menyentil soal kampanye provokatif yang melarang pemimpin non-muslim memimpin DKI Jakarta.

Nelson pun mencontohkan para pemimpin di NTT yang tidak mempersoalkan latarbelakang agama tetapi lebih mengedepankan persatuan dalam perbedaan.

"Kalau kami orang NTT itu perbedaan adalah kekayaan. Bukti kita orang NTT ketua DPRD NTT itu orang islam (Muslim). Pikiran kami nasionalis itu selalu ada. Itu dari kami. Untuk urusan SARA itu dinamika politik," jelasnya. 

"Prinsip kami orang NTT itu agama islam agamamu, agama kristen agamaku. Masih menjalankan ibadah masing-masing. Perbedaan itu ada dan itu menjadi kekayaan kita bersama. Itu prinsip kami. Makanya ketua DPRD dari muslim," tambahnya.

Anak buah Megawati Soekarno Putri ini pun meminta rakyat NTT yang ada di Jakarta supaya tidak berpikir primordial dalam memilih pemimpin melaikan berpikir nasionalis.

"Saran saya, kita rakyat NTT di Jakarta, tidak usah berpikir primordial lah, berpikir nasionalis. PDIP sebenarnya rumah besar kaum nasionalis. Mari kita bergabung disitu. Sebenarnya isu SARA itu kepentingan politik. Mari kita diskusi bersama bagaimana kita melibatkan diri dalam pemilihan Gubernur tanggal 19 April mendatang," pungkasnya. ***
loading...
wwwwww