Parlemen Inggris Diserang, "London Eye" Berhenti Berputar, Wisatawan Terjebak di Ketinggian 135 Meter

Parlemen Inggris Diserang, London Eye Berhenti Berputar, Wisatawan Terjebak di Ketinggian 135 Meter
London Eye, sebuah ikon wisata di Kota London yang berputar di sisi Sungai Thames, menjadi saksi serangan teror yang terjadi di depan Gedung Parlemen Inggris, Rabu (22/3/2017). (foto: Joel Ford/AFP/Kompas.com)
Kamis, 23 Maret 2017 12:08 WIB

LONDON - Serangan yang terjadi di Gedung Parlemen Inggris, Rabu (22/3/2017), membuat para turis yang sedang menikmati panorama Kota London dari ketinggian London Eye, terjebak selama sekitar satu jam.

Mereka tak bergerak di ketinggian 135 meter dan "mengamati" lokasi penyerangan di sekitar Westminster Hall dari udara.

Perputaran roda pengamatan itu memang dihentikan menyusul serangan teror tersebut.

London Eye adalah salah satu ikon wisata terkenal di London yang berputar di atas Sungai Thames.

London Eye atau disebut juga Millennium Wheel adalah sebuah roda pengamatan yang terbesar di dunia. Tempat ini mulai beroperasi pada akhir tahun 1999.

Sementara, Westmister Hall adalah bangunan berusia 1.000 tahun yang menjadi bagian tertua dari kompleks parlemen Inggris. Di depan komplek itulah serangan terjadi.

Di lokasi tersebut, setiap hari ramai dikunjungi turis dan juga kelompok-kelompok tur dari sekolah.

Kepanikan terjadi ketika seorang pria yang melintas di jalur pejalan kaki di depan gedung parlemen yang berseberangan dengan London Eye, melakukan serangan brutal.

Serangan itu pun terjadi di bawah bayang-bayang menara Big Ben, menara jam yang terletak di Istana Westminster.

Secara resmi menara ini diberi nama Elizabeth Tower, bertepatan dengan pesta 60 tahun Ratu Elizabeth II memimpin Britania Raya dan Wilayah Persemakmuran.

Seluruh sisi di kawasan yang menjadi sasaran teror tersebut memang dipagari berbagai destinasi wisata utama di Ibu Kota Inggris.

Seperti diberitakan AFP, para turis yang memadati areal wisata itu pun mengalihkan pandangannya ke lokasi penyerangan, ketika peristiwa itu terjadi.

Perdana Menteri Inggris Theresa May menyebut, serangan di depan gedung parlemen sekaligus merupakan serangan atas semangat demokrasi di negeri itu.

Aksi ini terjadi setahun setelah serangkaian serangan mematikan di Eropa, di mana Inggris tak pernah menjadi sasaran.

Gedung perlemen terpaksa ditutup selama beberapa jam, dan para wakil rakyat diungsikan ke dekat Westminster Abbey dan kantor pusat Kepolisian Metro London.

Diberitakan AP, Theresa May sedang berada bersama para anggota parlemen di gedung parlemen, ketika serangan terjadi.

PM May diselamatkan oleh petugas keamanan, dan dilarikan ke kediamannya di Downing Street.

Pengamanan ketat tetap diberlakukan terhadap May, meski untuk mencapai lokasi tersebut si peneror harus melewati petugas bersenjata yang berpatroli secara berpasangan, serta staf keamanan Parlemen.(kpc)

loading...
Editor:Arie RF
Sumber:kompas.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa
wwwwww