Jamaah Masjid Muhammadan Tuntut Krematorium HBT Ditutup

Jamaah Masjid Muhammadan Tuntut Krematorium HBT Ditutup
Puluhan massa Jamaah Muhammadan berdemo di depan Rumah Duka Himpunan Bersatu Teguh (HBT) menuntut krematorium ditutup. Sementara ratusan aparat kepolisian berjaga di depan pintu Rumah Duka HBT, Rabu (22/3/2017).
Rabu, 22 Maret 2017 18:41 WIB
Penulis: Agib Noerman
PADANG - Puluhan massa yang mengatasnamakan Jamaah Masjid Muhammadan menggelar aksi demo menuntut ditutupnya krematorium milik perkumpulan etnis Tionghoa Himpunan Bersatu Teguh (HBT). Aksi yang digelar, Rabu (22/3/2017) merupakan aksi lanjutan yang berlangsung dua hari sebelumnya.

Menurut Koordinator demo, Irfianda Abidin mengatakan keberadaan krematorium dinilai cukup meresahkan. Pasalnya lokasi krematorium hanya berjarak sekitar 40 meter dari masjid. Ini tidak etis. Ketika masyarakat sedang beribadah, didekatnya ada pembakaran mayat.

”Kami menolak keberadaan krematorium itu di sekitar lokasi masjid. Selain itu berada di tengah-tengah pemukiman warga. Ini akan meresahkan masyarakat,” katanya.

Para pendemo juga menyalahkan Pemko Padang yang memberikan izin operasional krematorium. Pemko dinilai hanya asal memberikan izin Meski secara kajian teknologi keberadaan kremasi itu tidak berdampak pada lingkungan. Namun, secara umat beragama dan berbudaya, dinilai sudah mengganggu keamanan, kenyamanan ketertiban masyarakat.

Upaya Jamaah Masjid Muhammadan bertemu dan berdialog dengan perwakilan HBT sia-sia. Pintu jalur masuk rumah duka HBT dijaga ketat ratusan anggota polisi dari Polresta Padang.

Aksi demo yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB berakhir tanpa kejelasan. Namun, pendemo mengancam akan mendatangkan massa lebih banyak apabila tuntutan mereka tidak dipenuhi. (agb)

wwwwww