Setelah Aceh dan Riau, Malam ini Giliran Launching Calendar of Event Pariwisata Danau Toba 2017 di Kemenpar

Setelah Aceh dan Riau, Malam ini Giliran Launching Calendar of Event Pariwisata Danau Toba 2017 di Kemenpar
Launching Kalender of Event Toba 2017. (GoNews/Muslikhin).
Senin, 20 Maret 2017 21:47 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Berbagai kegiatan unggulan berupa festival, pesta budaya, karnaval, pertunjukan musik jazz, serta sport tourism yang dikemas sebagai Calender of Event Pariwisata Danau Toba 2017 akan digelar selama bulan Mei hingga Oktober tahun ini.

Para travellers harus menyiapkan waktu untuk menentukan liburan ke Sumatera Utara (Sumut) mengunjungi dan meng-explore destinasi seputar Danau Toba yang penuh eksotisme dan keunikan berupa keindahan alam (nature) , budaya (culture), serta daya tarik wisata buatan (manmade).

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama Wakil Gubernur Sumut Nurhajizah Marpaung me-Launching Calender of Event Pariwisata Danau Toba 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Senin malam (20/3).

Sebelumnya, acara yang sama juga dilakukan pemda Aceh, Jawa Tengah dan Riau. Peluncuran calender of event ini sebagai upaya mempromosikan destinasi pariwisata Danau Toba yang ditetapkan pemerintah sebagai satu di antara 10 destinasi prioritas.

Menpar Arief Yahya menyambut baik ditetapkan Calender of Event (CoE) Pariwisata Danau Toba 2017 dengan jadwal dan tempat yang sudah ditetapkan.

"Kepastian jadwal dan tempat kegiatan ini penting jangan sampai berubah tanggal ataupun bulan karena akan menjadi timeline- nya para travellers. Kemenpar juga akan mudah untuk mempromosikan, begitu pula perusahaan biro perjalanan akan berani membuat menjadi paket wisata untuk dijual kepada wisatawan,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, di era digital terjadi perubahaan mendasar bagi wisatawan, terutama wisatawan muda, dalam melakukan perjalanan (travel) yang mengandalkan digital; dimulai dari mencapai informasi (searching) destinasi yang akan dikunjungi; kemudian menetapkan pilihan atau melakukan booking; hingga membayar (payment) paket wisata dilakukan via oline.

"Ketika searching tidak mendapatkan jadwal yang pasti, jangan harap para travellers akan mau datang. Para travellers itu membuat planning untuk berwisata jauh hari sebelumnya," tukasnya.

"Masing-masing negara pun punya kebiasaan season yang berbeda-beda. Mereka akan searching, booking, sampai payment via online. Anda bisa bayangkan, kalau berubah tanggal, mereka akan sangat kerepotan," papar Arie Yahya.

Menpar menjelaskan lebih jauh tentang perkembangan pengelolaan destinasi Danau Toba dari hasil rapat terbatas (Ratas) yang dilakukan baru-baru ini antara lain; perlu dilakukan percepatan dalam penyiapan/penyelesaian legalitas lahan di Zona Otoritas dengan melibatkan KemenLHK; penguatan dari sisi organisasi yakni menjadi Badan Layanan Umum (BLU) maupun peningkatan anggaran Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba (BOPKPDT).

"Agar ideal, Kemenpar dalam menjalankan tugasnya untuk mengejar target 1 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke destinasi Danau Toba dengan perolehan devisa US$ 5 miliar pada 2019, mengusulkan tambahan anggaran tahun 2017 ini sebesar Rp 50 miliar," kata Menpar Arief Yahya seraya mengatakan, selain itu sebagai quick wins Kemenhub akan menyelesaikan proyek infrastruktur Bandara Silangit dan revitalisasi jalur kereta api Medan-Kualanamu-Siantar sekitar September 2017.

Percepatan pembangunan destinasi Danau Toba, kata Menpar Arief yahya, mempunyai peran penting dalam mewujudkan target pariwisata nasional tahun 2019 mendatangkan 20 juta wisman dan 275 juta pergerakan wisnus di Tanah Air, karena destinasi yang dipersiapkan sebagai geopark dunia ini mentargetkan mendatangkan 1 juta wisman dan 5 juta wisnus pada 2019.

Wakil Gubernur Sumut Nurhajizah Marpaung mengatakan, seluruh stakeholder pariwisata di Sumut siap mensukseskan Danau Toba sebagai destinasi kelas dunia yang akan mendatangkan jutaan wisman dan wisnus sehingga memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.

"Kegiatan pariwisata Danau Toba ditargetkan pada 2019 akan memberikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar Rp 16 triliun serta menciptakan sebanyak 300 ribu lapangan kerja baru. Ini akan meningkat kesejahteraan masyarakat Sumut,” kata Tengku Erry Nuradi.

Nurhajizah mengatakan, Calender of Event Pariwisata Danau Toba 2017 merupakan bagian upaya promosi dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Danau Toba yang memiliki kunggulan dalam daya tarik budaya (culture), keindahan (nature) dan daya tarik buatan (manmade).

Sebanyak 15 kegiatan unggulan berupa; festival, pesta budaya, karnaval, pertunjukan musik jazz, serta sport tourism yang dikemas sebagai calendar of event yakni; Coffee Festival Toba (20-21 Mei 2017); Soposurung Art Festival (16-17 Juni 2017); Pesta Bunga dan Buah (Kabupaten Karo, 6-9 Juli 2017); Festival Gondang Sabangunan (Kabupaten Humbanghas, 24 Juli 2017); Toba Nauli Photo Contest & Exhibition (27-30 Juli 2017); International Toba Kayak Marathon (Kabupaten Tobasa, 28-30 Juli 2017); Paralayang (Kabupaten Tapanuli Utara, 15-17 Agustus 2017); Toba Granfondo 2017; 18-19 Agustus 2017; Toba Rock 25 Agustus 2017 ; Karnaval Pesona Danau Toba (Kabupaten Tobasa); 26 Agustus 2017Pesta Oang-oang, Kabupaten Pakpak Bharat, (6-7 September 2017) ;Festival Danau Toba (Prov Sumut/ Kab. Humbahas, 6-9 September 2017);Pesta Budaya Njuah-Njuah (Kabupaten Dairi, 26-30 September 2017); Pesta Rondang Bittang (Kabupaten Simalungun, 28-30 September 2017); ExCOTISM T.O.B.A. BLUE (7-9 Oktober 2017); Toba Trail Run 2017 (21 Oktober 2017) ; dan Samosir Jazz Seasons (Kabupaten Samosir, 28 Oktober 2017). ***

wwwwww