Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Corona
Politik
13 jam yang lalu
1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Corona
2
RUU HIP Bergejolak, PDIP Copot Rieke Diah dari Pimpinan Baleg DPR RI
Politik
14 jam yang lalu
RUU HIP Bergejolak, PDIP Copot Rieke Diah dari Pimpinan Baleg DPR RI
3
Sumatera Barat untuk Pertama Kali Tanpa Penambahan Kasus Covid-19
Sumatera Barat
15 jam yang lalu
Sumatera Barat untuk Pertama Kali Tanpa Penambahan Kasus Covid-19
4
Logo Garuda di Gerindra Diganti Lobster, Prabowo Cs Masih Sabar
Politik
13 jam yang lalu
Logo Garuda di Gerindra Diganti Lobster, Prabowo Cs Masih Sabar
5
Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Dikebut, Lukman Edy Mengaku Siap Laksanakan Perintah Presiden
Sumatera Barat
17 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Dikebut, Lukman Edy Mengaku Siap Laksanakan Perintah Presiden
6
Tak Tahan Anu Suami Kecil, Karin Tega Selingkuh dan Tinggalin Mukidi
Hukum
12 jam yang lalu
Tak Tahan Anu Suami Kecil, Karin Tega Selingkuh dan Tinggalin Mukidi
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Sering Dilanda Banjir, Warga Gunung Pangilun Mengadu ke Wakil Ketua DPRD Padang Wahyu Iramana Putra untuk Perbaikan Drainase

Sering Dilanda Banjir, Warga Gunung Pangilun Mengadu ke Wakil Ketua DPRD Padang Wahyu Iramana Putra untuk Perbaikan Drainase
Wakil Ketua DPRD Padang, Wahyu Iramana Putra saat reses ke daerah pemilihannya, akhir pekan lalu.
Selasa, 14 Maret 2017 09:00 WIB
Penulis: Agib Noerman

Padang- Persoalan banjir bagi warga Kelurahan Gunung Pangilun sudah menjadi masalah akut yang hingga sekarang belum teratasi oleh Pemko Padang. Kemudian, perbaikan jalan lingkung di sekitar MAN 2 dan STKIP PGRI juga merupakan hal mendesak yang menjadi tuntutan warga.

Kedua persoalan tersebut terungkap, saat Wakil Ketua DPRD Padang Wahyu Iramana Putra melakukan reses ke daerah pemilihannya akhir pekan lalu. Wahyu mengumpulkan tokoh-tokoh masyarakat di empat kelurahan, mulai dari tingkat RT, RW, LPM dan tokoh masyarakat di organisasi lainnya.

Masyarakat setempat mengeluhkan masalah banjir dan buruknya sistem drainase di wilayah mereka. Menurut warga, apabila itensitas hujan turun agak lama maka sudah dipastikan wilayah mereka akan dilanda banjir.

"Pascagempa 2009 lalu, Pemko Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum tidak sekalipun melakukan perbaikan drainase. Padahal, masalah penyempitan drainase sebagai penyebab terjadinya banjir," sebut Kasman salah seorang perwakilan warga.

Ditambahkan Junaidi, warga lainnya, perbaikan saluran drainase di kawasan Nanggalo, dan mengangkat sendimen di sepanjang jalan Gajah Mada. Dampak tidak diangkutnya sendimen tersebut juga dapat menghambat jalur air ke saluran drainase. Sehingga terjadi genangan di jalan raya air saat hujan turun.

"Jika itu tidak ada perbaikan, kawasan ini akan tetap banjir," tegas Junaidi.

Dihadapan warga, Wahyu akan membahasnya dengan dinas terkait yaitu DPU.Selain aspirasi terkait lingkungan, perwakilan sejumlah sekolah juga menyampaikan kebutuhan mereka yang dapat dianggarkan dari dana bantuan sosial.

"Masalah yang tidak tertampung dalam musrenbang, diakomodir dalam reses ini. Yang dominan tadi ada banjir dan drainase, seperti membuka drainase di SMP 12 Lapai," sebut Ketua DPD Golkar Padang ini dihadapan warga.

Warga Kampung Olo, Nanggalo lain, Arisman yang juga salah seorang LPM setempat meminta, adanya akses jalan di samping Mapolsek Nanggalo. Menurutnya, akses itu akan dapat untuk mengurai kemacetan. Arisman menyebut, ide itu dulunya telah disetujui oleh Walikota. "Wako pernah berjanji tentang itu dan sampai sekarang belum terwujud," jelasnya.(agb)


Loading...
www www