Loading...
Home >  Berita >  Peristiwa

Bencana Banjir dan Longsor di Kabupaten Limapuluh Kota Timbulkan Kerugian Hingga Rp252,9 Miliar

Bencana Banjir dan Longsor di Kabupaten Limapuluh Kota Timbulkan Kerugian Hingga Rp252,9 Miliar
Longsor pada 3 Maret 2017 kemarin di Limapuluh Kota (Foto: Masgondrong9)
Senin, 13 Maret 2017 09:13 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, kerugian dan kerusakan yang ditimbulkan akibat bencana banjir serta longsor di Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat mencapai Rp252,9 miliar.

Tidak hanya menimbulkan korban jiwa saja, namun bencana itu juga melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat. Kerugian sebesar Rp252,9 miliar itu meliputi bidang pendidikan, pertanian, pekerjaan umum, perikanan, kesehatan dan perdagangan.

Selain kerugian dalam segi ekonomi, bencana ini juga menewaskan delapan orang warga dan melukai tiga lainnya. Dampak kerusakan yang ditimbulkan juga luar biasa, di mana tercatat ada 3.482 rumah terendam banjir di 11 kecamatan yang meliputi 40 Nagari.

Secara umum penanganan darurat berjalan baik melalui koordinasi lintas sektoral. Masa tanggap darurat juga diperpanjang hingga 16 Maret 2017. "Kita terus mendampingi BPBD di sana dalam penanganan darurat," ungkap Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

BNPB juga memberikan uang tunai Rp50 ribu perhari selama 10 hari buat 3.482 kepala keluarga yang rumahnya terdampak langsung oleh banjir dan tanah longsor, dengan total Rp1,74 miliar. Sebab selama bencana, masyarakat tidak bisa bekerja seperti biasa.

Sampai sekarang, jalan lintas yang menghubungkan Sumatera Barat dengan Provinsi Riau sudah dapat dilalui truk besar, sehingga jalur distribusi untuk ekonomi sudah pulih. Jalan putus di Kilometer 187 juga sudah diperbaiki.

"Komunikasi melalui sinyal seluler di Pangkalan juga sudah aktif, termasuk di Kapur XI, yang belum maksimal di Nagari Koto Lamo. Termasuk perbaikan pida PDAM. Lalu untuk aliran listrik sudah 99 persen normal di daerah yang terdampak bencana," katanya.

Termasuk pula aktivitas pendidikan. Sutopo mengungkapkan, kegiatan belajar mengajar di sana sudah kembali aktif, meski beberapa anak yang rumahnya terdampak banjir belum kembali bersekolah.

"Bantuan dan partisipasi publik sangat besar dan terus berdatangan. Sebanyak 68 objek fasilitas umum setelah dibersihkan. Secara umum kondisi masyarakat di sana sudah pulih kembali, aktivitas juga sudah normal," tutup dia, Minggu (12/3/2017) malam tadi. ***

Kategori : Peristiwa, GoNews Group

Loading...
www www