Loading...
Home >  Berita >  Peristiwa

22 Titik Longsor Disepanjang Jalur Riau-Sumbar, Evakuasi Korban Masih Dilakukan Hingga Malam Ini, Berikut Info Terbarunya

22 Titik Longsor Disepanjang Jalur Riau-Sumbar, Evakuasi Korban Masih Dilakukan Hingga Malam Ini, Berikut Info Terbarunya
Banjir yang menerjang daerah Pangkalan, Sumbar (Foto: Istimewa)
Jum'at, 03 Maret 2017 20:55 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Hingga Jumat (3/3/2017) malam, tim darat mulai dari BPBD, Polisi, TNI, Basarnas dan relawan berjibaku dilokasi bencana alam longsor dan banjir besar yang melanda sejumlah daerah perbatasan Riau-Sumatera Barat (Sumbar).

Kepala Pusat Data dan Informasi dari BNPB Pusat, Sutopo Purwo Nugroho Jumat malam mengatakan, dampak bencana ini membuat 12 titik digenangi banjir di daerah Pangkalan, yang merendam tujuh kecamatan. Itu akibat meluapnya Sungai Maek di sana.

Dampak lainnya adalah longsor, yang membuat akses jalan yang menghubungkan Provinsi Riau dan Sumbar terputus. Setidaknya ada 22 lokasi yang tak bisa dilalui akibat bencana tersebut. Paling parah di Pangkalan dan Kabupaten Limapuluh Kota.

Kata Sutopo, sembilan titik longsor diantaranya terdapat di Pangkalan Koto Baru, Sumbar. Termasuk akses menuju Kota Pangkalan yang tidak bisa dilewati akibat genangan banjir. Ketinggian air disana bahkan mencapai 1,5 meter.

Sedangkan di Limapuluh Kota, ada 13 titik longsor yang terjadi karena tingginya curah hujan sejak Kamis hingga hari ini. Bencana serupa juga melanda Kecamatan Kapur XI dan Kecamatan Mungka, yang membuat sejumlah daerah terisolir.

"Tim gabungan dari BPBD Limapuluh Kota, Brimob, TNI, Basarnas, PLN, Dinsos, Dinkes dan relawan berupaya membersihkan material longsor untuk menuju akses ke Kecamatan Pangkalan Koto Baru yang terdampak banjir," ungkap Sutopo.

Menurut data darinya, pencarian dan evakuasi korban masih terus dilakukan. Ada delapan mobil yang tertimpa material longsor tersebut, tepatnya di KM 17, Koto Alam Kecamatan Pangkalan. Akibat lainnya, ada empat orang korban tewas dalam musibah ini.

"BPBD Limapuluh Kota sudah minta bantuan ke BPBD Kampar untuk masuk melalui Kampar menuju Pangkalan, tapi tidak bisa ditembus karena terhalang longsor. Termasuk logistik dan bantuan perahu karet untuk evakuasi terhalang," lanjutnya.

Kondisi itu kian diperparah dengan padamnya listrik sehingga menyulitkan komunikasi. Beberapa daerah juga mengalami blankspot sinyal. Pendataan korban bencana terutama di Pangkalan belum dapat dilakukan dengan maksimal. ***

Kategori : Peristiwa, GoNews Group

Loading...
www www