Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
Pemerintahan
8 jam yang lalu
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
2
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO 'Boneka' China
Internasional
9 jam yang lalu
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO Boneka China
3
Kematian George Floyd Berujung Rusuh, KJRI Chicago Pastikan WNI Aman
Internasional
18 jam yang lalu
Kematian George Floyd Berujung Rusuh, KJRI Chicago Pastikan WNI Aman
4
Orang Lanjut Usia dan Anak-anak Dilarang ke Rumah Ibadah
Nasional
23 jam yang lalu
Orang Lanjut Usia dan Anak-anak Dilarang ke Rumah Ibadah
5
Gunakan Pasal 'Karet' UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
Politik
5 jam yang lalu
Gunakan Pasal Karet UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
6
Aksi Solidaritas Kematian George Floyd Berujung Ricuh Hampir ke Seluruh Amerika
Peristiwa
18 jam yang lalu
Aksi Solidaritas Kematian George Floyd Berujung Ricuh Hampir ke Seluruh Amerika
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Ketua Fraksi Perjuangan Bangsa, Wismar Pandjaitan: Program Mencetak 10 Ribu Wirausahawan, Pemko Padang Hanya “Lips Service"

Ketua Fraksi Perjuangan Bangsa, Wismar Pandjaitan: Program Mencetak 10 Ribu Wirausahawan, Pemko Padang Hanya “Lips Service
Wismar Pandjaitan, Ketua Fraksi Perjuangan Bangsa DPRD Padang
Rabu, 01 Maret 2017 18:51 WIB
Penulis: Agib Noerman

PADANG - Ketua Fraksi Perjuangan Bangsa, Wismar Pandjaitan menilai program mencetak 10 ribu wirausahawan yang digagas Pemko Padang hanya program "lips service". Buktinya, hingga empat tahun kepemimpinan Mahyeldi Ansharullah sebagai wlikota Padang tidak ada geliat peningkatan ekonomi masyarakat.

Dikatakan Wismar, memang Pemko mengklaim program tersebut sudah jalan dengan didasari banyaknya perizinan, akan tetapi tidak adanya geliat ekonomi di tengah masyarakat menandakan program unggulan tersebut dinilai gagal.

Menurut Wismar, seharusnya Pemko Padang mampu melaksanakan program tersebut, mengingat setiap kecamatan memiliki sentra ekonomi. “Saya amati, pada beberapa kecamatan, masyarakat memiliki home industry atau usaha kecil menengah yang bias dikembangkan. Sayangnya, Pemko tidak melihat potensi yang ada,” tegas Wismar dalam beberapa kesempatan.

Anggota DPRD Padang dari dapil Koto Tangah ini menilai gagalnya Pemko Padang menjalankan program tersebut disebabkan tidak adanya data soal sentra ekonomi yang dimiliki stakeholder terkait. Selain itu, stakeholder juga tidak memiliki perencanaan yang matang dalam upaya menciptakan 10 ribu wirausahawan di Kota Padang.

Pada kesempatan ini Wismar juga mengkritik pelatihan kewirausahawan yang selama ini dilaksanakan Pemko Padang tidak memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

Wismar tidak hanya mengkritik program 10 ribu wirausahawan, tetapi juga mengkritik pelayanan publik. Wismar menilai masih banyak persoalan pelayanan publik yang harus dibenahi Pemko terutama parkir, pasar raya dan terminal. Bahkan, untuk pelayanan publik Wismar berani member Pemko rapor merah.

“Kalau persoalan pantai bersih, Pemko jangan jumawa dulu. Itukan berkaitan dengan IORA sehingga dibantu Angkatan Udara. Setelah pelaksanaan IORA coba lihat sekarang, banyak masyarakat kembali berjualan ikan di sepanjang pantai,” tegas Wismar. (agb)


Loading...
www www