Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Warga Digegerkan Peti Mati Hanyut di Sungai, Saat Dibuka Ternyata . . . .
Peristiwa
9 jam yang lalu
Warga Digegerkan Peti Mati Hanyut di Sungai, Saat Dibuka Ternyata . . . .
2
New Normal, Penumpang Harus Datang Empat Jam Sebelum Keberangkatan
Ekonomi
8 jam yang lalu
New Normal, Penumpang Harus Datang Empat Jam Sebelum Keberangkatan
3
Bertambah 467, Total Kasus Covid-19 di Tanah Air Hampir 27 Ribu
Kesehatan
24 jam yang lalu
Bertambah 467, Total Kasus Covid-19 di Tanah Air Hampir 27 Ribu
4
Ingin Wujudkan Indonesia Sejahtera? Kuncinya Kata PKS: Amalkan Pancasila
Politik
23 jam yang lalu
Ingin Wujudkan Indonesia Sejahtera? Kuncinya Kata PKS: Amalkan Pancasila
5
Presiden Ingatkan Potensi Gelombang Kedua Pandemi, PKS Kritisi Menteri Buka Mal Juni
GoNews Group
23 jam yang lalu
Presiden Ingatkan Potensi Gelombang Kedua Pandemi, PKS Kritisi Menteri Buka Mal Juni
6
Petani Mengamuk, Lalu Bacok Istri hingga Tewas Mengenaskan
Umum
10 jam yang lalu
Petani Mengamuk, Lalu Bacok Istri hingga Tewas Mengenaskan
Loading...
Home  /   Berita  /   Umum

Murid PAUD Terancam Gangguan Pernafasan dari Debu Pengerjaan Jalan

Murid PAUD Terancam Gangguan Pernafasan dari Debu Pengerjaan Jalan
(f: padangmedia.com)
Selasa, 07 Februari 2017 15:03 WIB

PAINAN-Para tenaga pengajar lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Adinda di Kampung Padang Tae, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan mengkhawatirkan ancaman gangguan pernafasan terhadap anak didik mereka. Kekhawatiran itu seiring pengerjaan jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Painan – Kambang yang ditenggarai mengabaikan faktor kesehatan warga.


Marlinis, salah seorang tenaga pengajar di PAUD tersebut menyebutkan, ada 25 anak yang belajar di PAUD Adinda. Setiap hari, kondisi udara selalu berdebu akibat pengerjaan jalan tersebut.

''Sejak pekerjaan jalan itu dimulai, kegiatan belajar di luar ruangan terpaksa ditiadakan karena udara menjadi berdebu. Kami khawatir anak-anak didik kami mengalami gangguan pernafasan,'' ungkapnya, Senin (6/2).

Menurutnya, kondisi itu berlangsung setiap hari. Lokasi sekolah yang berada di pinggir jalan tak ayal terdampak debu yang ditimbulkan dari pengerjaan jalan.

''Anak-anak dalam usia dini tentu akan sangat rentan terhadap penyakit terutama Infeksi Saluran Pernafasan (ISPA). Semakin hari, debu yang beterbangan semakin tebal,'' ujarnya.

Berhadapan dengan kondisi seperti itu setiap hari, kata Marlinis tidak saja menimbulkan ancaman kesehatan. Kualitas pendidikan juga terganggu karena banyak proses pembelajaran yang tidak terlaksana. Belajar di dalam ruangan juga tidak sepenuhnya mengatasi masalah karena sekolah yang langsung berhadapan dengan jalan raya tidak mengurangi debu masuk ke lingkungan sekolah.

Marlinis menyesalkan pihak kontraktor yang seperti tidak peka dengan kondisi itu. Pihak kontraktor menurutnya tidak melakukan upaya penyiraman secara berkala sehingga debu beterbangan sepanjang hari.

Terpisah, Bunda PAUD Pesisir Selatan, Lisda Hendrajoni menyatakan akan segera meninjau PAUD Adinda untuk melihat situasi yang terjadi.

''Kami akan meninjau terlebih dahulu setelah itu kami akan mengambil langkah selanjutnya,'' kata dia.

Kepala Teknis Lapangan Kontraktor Pelaksana KSO Yasa-Conbloc, Wiwit, mengatakan, pihaknya telah menyiapkan satu unit tanki penyiram yang dikhususkan di Kampung Padang Tae. Ia mengaku sebelumnya hanya memiliki satu unit tanki penyiram sehingga penyiraman ke Kampung Padang Tae kadang dilakukan kadang tidak.

Pengerjaan ruas Painan-Kambang dilaksanakan selama 630 hari kalender oleh kontraktor KSO Yasa-Conbloc dengan nomor kontrak 03-06/14-WINRIP-AWP III/CE/A/8043/3-16.***

Editor : Evi Endri
Sumber : padangmedia.com.
Kategori : Umum, Pesisir Selatan

Loading...
www www