Home  /  Berita  /  Umum
Profil Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto

Susanto, Anak 'Loper Koran' yang Terbiasa Hidup Mandiri Ini, Sekarang Jabat Kapolresta Pekanbaru

Susanto, Anak Loper Koran yang Terbiasa Hidup Mandiri Ini, Sekarang Jabat Kapolresta Pekanbaru
Kombes Pol Susanto dengan hobi fotografinya
Sabtu, 31 Desember 2016 07:24 WIB
Penulis: Barkah Nurdiansyah
SIKAP tegas tergambar jelas dari sosok Kombes Pol Susanto yang kini menjabat sebagai Kapolresta Pekanbaru. Sosok pria dengan ciri khas kepala 'plontos' yang akrab disapa Santo ini, tak pernah membayangkan dirinya akan menjadi seorang abdi negara, pasalnya, ia sempat diusir saat mengantarkan temannya mendaftar Akabri di Bandar Lampung.

''Iya, saat itu saya hanya mengantarkan teman, jadi pakai sandal. Ternyata saya diusir. Karena penasaran, besoknya, saya kembali lagi dan langsung mendaftar. Syukur Alhamdulillah saya masuk Akademi Kepolisian,'' kata Susanto mengawali kisahnya saat berbincang dengan GoRiau.com.

Dengan latar belakang kedua orangtuanya yang merupakan wirausahawan dan pengusaha. Semula, tak pernah terpikir oleh Santo untuk menjadi seorang polisi. Tapi, karena diterima saat mendaftar di Akabri. Ia pun bertekad untuk terus maju dan akhirnya lulus di Akademi Kepolisian di Malang, Jawa Timur. ''Orangtua baru tau saya jadi polisi saat lulus di Malang, dan mereka sempat kaget. Bahkan, ibu saya sempat tidak setuju karena pendidikan di kepolisian itu keras. Tapi, lama-kelamaan, ibu saya mendukung," lanjutnya.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/31122016/susantomud-5456.jpg

Lulus Akabri tahun 1993, Santo mengawali profesinya sebagai seorang polisi dengan bertugas sebagai Pamapta Polresta Jambi tahun 1994. Di masa itu pula, ia melanjutkan pendidikan DAS PJR Sabhara dan lulus pada tahun 1996.

Kemudian dipercaya menjabat sebagai Kapolsekta Kotabaru Polresta Jambi. Selama menjabat Kapolsekta Kotabaru, tahun 1996, Santo melanjutkan pendidikannya di PALAN Narkotika. Tahun 1997 mengikuti pendidikan di PALAN HAKI dan PA Instruktur Serse.

Mengikuti banyak pendidikan kejuruan, tahun 1998, Ia menjabat sebagai Kapolsekta Pasar Polresta Jambi. Setelah mengikuti pendidikan terakhir di KIBI Dephankam pada tahun 1999 dan mengikuti PTIK tahun 2001, Pemahamannya dibidang Serse, akhirnya mengantarkannya menjabat sebagai Kasat Serse Polresta Tanjung Pinang tahun 2002 dan masa itu masih dalam lingkup Polda Riau (kini Polda Kepri).

Lulus Sespim tahun 2007, Ia pun mendapat jabatan baru sebagai Kasat Serse Polwiltabes Surabaya tahun 2008. Tahun 2010, menjabat sebagai Kapolres Sumenep dan tahun 2011, menjadi Kapolres Lumajang.

Dua kali menjadi Kapolres, tahun 2015, ditarik ke Mabes Polri sebagai Auditor Itwil II Itwasum Polri dan akhirnya pada bulan November 2016, Ia tiba di Bumi Lancang Kuning, menjabat sebagai Kapolresta Pekanbaru.

Ringkus Seorang Teroris yang Paling Diburu Singapura

Selama 23 tahun menjadi seorang polisi, Santo sukses mengungkap sejumlah kasus besar yang menjadi perhatian masyarakat luas. Bermula saat berdinas di Polres Tanjung Pinang, Ia berhasil meringkus Selamat bin Kastari, seorang terduga teroris yang pernah melarikan diri dari penjara Singapura. ''Saat itu saya menjabat, Kasat Serse dan menangkap Selamat bin Kastari, yang termasuk tokoh teroris saat itu. Sekarang telah ditahan di Singapura," katanya.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/31122016/kombessusa-5455.jpgKombes Pol Susanto dan istri Mely Silviano SIp

Menjabat sebagai Kasat I Polda Jawa Timur, Santo kembali mengungkap kasus besar di wilayah Jombang, Jawa Timur. Kasus pembunuhan berantai yang dilakukan oleh tersangka Rian dengan jumlah korban 11 orang. Dari pengungkapan kasus itu (Rian), kemudian Ia dipercaya sebagai Kasat Serse Polrestabes Surabaya. "Saya juga sempat berdinas di Polda Bali dan membantu pengamanan saat pengungkapan kasus narkotika Internasional yang dikenal Duo Bali Nine yang saat ini sudah dieksekusi," ujarnya.

Tak hanya berhasil mengungkap sejumlah kasus besar, Santo pun pernah mendapatkan pengalaman tak mengenakkan saat Ia menjabat sebagai Kapolres Lumajang. Melaksanakan tugas, mengamankan aksi demo sekitar 6 ribu massa Paguyuban Balon Kades di Kantor Bupati Lumajang, Susanto sempat menjalani rawat inap setelah terkena lemparan batu dari massa yang anarkis. "Sempat pingsan saya dilempar batu oleh massa saat demo Pilkades di halaman Kantor Bupati. Waktu saya berdiri paling depan," imbuhnya.

Berasal dari Ayah yang Berporefesi Sebagai Loper Koran

Lahir di Tanjung Karang, Lampung tanggal 12 Februari 45 tahun silam. Santo kecil hanyalah anak dari seorang loper koran di Bandar Lampung. Sejak menginjak bangku Sekolah Dasar hingga lulus SMA, Santo selalu berada dekat dengan kedua orangtua. Santo bercerita, berkat kegigihan sang ayah, saat ini keluarga besarnya memiliki tiga hotel di wilayah Bandar Lampung.

''Awalnya ayah saya dulu loper koran, setelah itu punya kos-kosan empat kamar dan dikembangkan jadi tiga hotel. Karena kedua orangtua sudah almarhum, sekarang hotelnya dikelola oleh orang lain dan anak-anaknya hanya miliki sahamnya saja. Selain hotel, juga ada percetakan dan sebelum jadi Polisi, saya sempat menjalankan usaha percetakan ayah saya, dan dari sana kemudian saya bisa elektronik, disain undangan," tuturnya.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/31122016/kombessusa-5454.jpgKombes Pol Susanto dan istri Mely Silviano SIp

Santo yang merupakan anak kelima dari tujuh bersaudara itu mengungkapkan, usaha kedua orangtuanya semakin berkembang, tak hanya sebatas hotel dan percetakan saja. "Ada pabrik genteng, sampai sekarang masih berjalan semua. Orangtua sempat mengarahkan anak-anaknya menjalankan usahanya, karena tidak ingin bergantung pada orangtua, akhirnya cari jalan masig-masing," sebutnya.

"Kami semua ada tujuh bersaudara, itu ada yang jadi anggota dewan, pengusaha, PNS. Cuma saya yang jadi polisi dan adik saya yang juga masuk Akabri, sekarang tugas di Angkatan Udara (AU) Lanud Halim," paparnya.

Berangkat dari kesuksesan sang ayah, yang paling diingat Santo hingga saat ini saat ayahnya berpesan untuk mandiri dan tidak harus bergantung pada orang lain. "Ayah saya berpesan, yang penting tidak boleh menggantungkan hidup dengan orang lain," ucapnya.

Jadi Kapolres yang Tidak Punya Bhayangkari

Hal unik dan kocak dari seorang Susanto, saat Ia menjabat sebagai seorang Kapolres di Sumenep. Dimana ketika itu statusnya masih bujang dan selama tujuh bulan, seorang Kapolres tidak memiliki Bhayangkari. "Jadi waktu itu, kalau ada acara, undangan dengan Bupati, Kapolres 'pinjam' istrinya Wakapolres. Selama tujuh bulan seperti itu," imbuhnya sembari tertawa.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/31122016/susantobel-5453.jpgKombes Pol Susanto saat belajar fotografi bersama maestro fotografi Indonesia Darwis Triadi.

Kala menjabat Kapolres Sumenep itu pula, Santo mengakhiri masa lajangnya dan menikah dengan Mely Silviano SIp. "Saya pacaran tujuh tahun, pertama bertemu itu waktu saya menjadi Instruktur di Jawa Barat, dan istri saya saat itu seorang kontraktor. Menikah tahun 2007, saat ini kami dikarunai anak perempuan, namanya Zarahku Syahquila dan sekarang sedang lucu-lucunya, usianya lima tahun," ujarnya.

Suka Adventure, Fotografi dan IT

"Saya hobi fotografi, terutama bertema alam (landscape photography). Sejak di Batam, antara tahun 2001 dan 2002. Belajar fotografi otodidak, kemudian belajar dari maestro fotografer Indonesia, Darwis Triadi," kata Santo saat memulai berkisah tentang hobinya.

Berguru dari seorang mastro fotografi Indonesia itu, Santo mengaku banyak belajar tentang ilmu-ilmu fotografi mulai dari pengambilan gambar, pencahayaan dan berbagai teknik fotografi lainnya. "Banyak yang sudah saya pelajari dari seorang Darwis Triadi, mulai dari lighting (pencahayaan), editing dan lainnya. Sampai saat ini, fotografi yang masih saya tekuni," lanjutnya.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/31122016/susantobel-5452.jpgKombes Pol Susanto saat belajar fotografi bersama maestro fotografi Indonesia Darwis Triadi.

Selain fotografi, Kombes Susanto ternyata sangat tertarik dengan bidang IT. Bahkan Ia menuturkan, sejak kecil dirinya sangat tertarik dengan teknologi. "Dari kecil saya sudah belajar komputer, waktu itu masih windows5. Sekarang ada flashdisk, ada hardisk dan mouse. Kalau dulu, belum ada seperti itu, untuk menyimpan pun masih pakai disket ukuran besar," ungkapnya mengenang saat pertama Ia belajar komputer.

"Dulu, waktu dinas di Jawa Timur, saya juga suka adventure pakai motor trail, karena bisa menjelajah ke hutan-hutan, sungai-sungai. Bahkan, sampai ke puncak gunung bromo. Ada kepuasanlah kalau sudah menjelajah dan melihat keindahan alam. Tapi sekarang sudah jarang adventure pakai motor trail, paling sering, waktu di Jawa Timur," tukas pria yang menyukai motor trail KTM kuda besi dari pabrikan Jerman tersebut.

Resolusi Tahun 2017

"Kita akan membuat inovasi dibidang IT. Kedepannya nanti, orang akan bingung jika tidak punya handphone dan jaringan internet. Karena, orang akan memilih, lebih baik tak punya mobil dan motor dari pada tak punya handphone. Juga, orang memilih, lebih baik tak baca koran dari pada tak baca online," ucap pria yang pernah menempuh pendidikan di International Law Enforcement Academy (ILEA), Thailand dan beberapa kursus singkat di Interpol Paris.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/31122016/susantobel-5451.jpgKombes Pol Susanto saat belajar fotografi bersama maestro fotografi Indonesia Darwis Triadi.

Bahkan Ia, sudah mempersiapkan sejumlah program-program berbasis IT untuk pelayanan lebih baik dari Polresta Pekanbaru. "Kita sudah siapkan beberapa program untuk tahun 2017 di Polresta Pekanbaru dan semua berbasis IT. Tujuannya untuk memudahkan dan memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, sekarang sedang dalam proses. Secepatnya, setelah operasi Mantap Praja Siak 2017 kita mulai programnya," bebernya.

Dengan pengalaman yang dimilikinya, Susanto selalu berpegang teguh dengan pesan sang ayah untuk tidak bergantung pada orang lain, serta selalu mengambil langkah yang positif. "Berpikir ke arah yang positif, punya hobi yang positif, punya kegiatan yang positif, itu yang paling penting," tutupnya. ***

https://www.goriau.com/assets/imgbank/31122016/susantobel-5450.jpgKombes Pol Susanto bersama maestro fotografi Indonesia Darwis Triadi.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/31122016/susantodan-5449.jpgKombes Pol Susanto bersama keluarga.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/31122016/susantodan-5448.jpgKombes Pol Susanto bersama keluarga saat liburan di Bali.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/31122016/susantodan-5447.jpgKombes Pol Susanto dan klub motor trail di Jawa Timur.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/31122016/susantohob-5446.jpgKombes Pol Susanto dengan hobi fotografinya.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/31122016/susantohob-5445.jpgKombes Pol Susanto dengan hobi fotografinya.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/31122016/susantosaa-5444.jpgKombes Pol Susanto saat adventure ke Gunung Bromo.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/31122016/susantosaa-5443.jpgKombes Pol Susanto dengan barang bukti saat kasus Duo Bali Nine.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/31122016/susantosaa-5442.jpgKombes Pol Susanto saat evakuasi kasus Duo Bali Nine.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/31122016/susantosaa-5441.jpgKombes Pol Susanto saat evakuasi kasus Duo Bali Nine.

Kategori:Umum, GoNews Group

wwwwww