Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PBNU Usul Tarik RUU HIP Ganti Jadi RUU BPIP
Politik
19 jam yang lalu
PBNU Usul Tarik RUU HIP Ganti Jadi RUU BPIP
2
Bandara Sudah Sediakan Rapid Test, Masyarakat Sudah Bisa Manfaatkan Penerbangan
Peristiwa
24 jam yang lalu
Bandara Sudah Sediakan Rapid Test, Masyarakat Sudah Bisa Manfaatkan Penerbangan
3
Sebut Rp2,7 Triliun Bukan Angka Kecil, Nasir Djamil: Segera Usut Kasus Pemalsuan Label SNI
Politik
23 jam yang lalu
Sebut Rp2,7 Triliun Bukan Angka Kecil, Nasir Djamil: Segera Usut Kasus Pemalsuan Label SNI
4
Viral Pegawai Starbucks Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV
GoNews Group
23 jam yang lalu
Viral Pegawai Starbucks Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV
5
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Intip Payudara di Starbucks
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Intip Payudara di Starbucks
6
Kualitas Sinyal Operator Buruk saat Pandemi, DPR Panggil Telkomsel, Indosat dan XL Axiata
Peristiwa
23 jam yang lalu
Kualitas Sinyal Operator Buruk saat Pandemi, DPR Panggil Telkomsel, Indosat dan XL Axiata
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Peristiwa Tanah Longsor kembali Putuskan Ruas Jalan Lintas Sumbar - Sumut

Peristiwa Tanah Longsor kembali Putuskan Ruas Jalan Lintas Sumbar - Sumut
Tanah Longsor kembali mengisolasi jalan Lintas Sumbar - Sumut di kawasan Jorong Muaro KM 13, Nagari Koto Rantang, Palupuah, Agam, Selasa 7 Desember 2016.
Rabu, 07 Desember 2016 11:03 WIB
Penulis: Jontra
AGAM - Dampak dari cuaca ekstrim selama satu minggu belakangan kembali mengakibatkan terjadinya peristiwa tanah longsor dan banjir di beberapa wilayah di Kabupaten Agam. Dini hari ini, Rabu 7 Desember 2016 sekira pukul 03.30 WIB tanah longsor kembali menutupi ruas jalan lintas Sumbar – Sumut, tepatnya di kawasan perbukitan Jorong Muaro KM 13, Nagari Koto Rantang Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Yunaidi mengatakan pada GoSumbar, tumpukan tanah sepanjang 50 M dengan ketebalan 1 M dari longsor itu mengakibatkan arus lalu lintas yg menghubungkan ke dua daerah tersebut tidak bisa dilewati oleh kendaraan. Sehingga, sampai pagi ini masih terjadi kemacetan kendaraan lebih kurang sepanjang 5 KM di kedua arah tersebut.

Yunaidi juga mengatakan, hingga saat ini, BPBD Agam belum menerima laporan terdapatnya korban jiwa dari peristiwa tersebut. Warga sekitar bersama Muspika dan BPBD sampai saat ini masih terus bergotong-royong melakukan penggeseran material dengan peralatan seadanya.

Hal itu karena keterbatasan unit alat berat untuk membantu pembersihan material longsor berupa tanah dan pepohonan. Karena saat ini, alat berat masih terkonsentrasi membersihkan material longsor di jalan alternatif Bukittinggi - Padang di kawasan Malalak, Agam, ungkapnya. (**)

Kategori : Agam, GoNews Group, Peristiwa

Loading...
www www