Loading...    
           

Meski Belum Jelas Unit Usahanya, Padang Sejahtera Mandiri Keciprat Dana Rp2 Miliar dari APBD 2017

Meski Belum Jelas Unit Usahanya, Padang Sejahtera Mandiri Keciprat Dana Rp2 Miliar dari APBD 2017
Wakil Ketua DPRD Padang, Wahyu Iramana Putra
Senin, 28 November 2016 18:35 WIB
Penulis: Agib Noerman

PADANG - Kendati belum jelas bentuk unit usaha akhirnya  Perusahaan Daerah (Perusda) Padang Sejahtera Mandiri (PSM) ketiban bantuan modal sebesar Rp2 milar dari APBD Padang 2017. Badan Anggaran (Banggar) DPRD Padang bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemko Padang sepakat memberi bantuan modal kepada PSM. Hal itu didapat didapat pada finalisasi anggaran APBD, Senin (28/11/2016).

Seperti diketahui, dalam Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS), Pemko mengajukan anggaran Rp5 miliar untuk penyertaan modal ke PSM. Bahkan, sejumlah anggota DPRD Padang mempertanyakan urgensi pemberian modal pada PSM dengan landasan bentuk usahanya belum jelas.

"Banggar bersama TAPD sepakat mengalokasikan Rp2 miliar bagi PSM. Tapi itu juga dengan terlebih dahulu melihat business plan (rencana bisnis) perusda itu," kata Wahyu, Senin (28/11) di ruang kerjanya usai pembahasan Banggar DPRD bersama TAPD Pemko Padang.

Hal senada disampaikan anggota Banggar Amrizal Hadi. Menurutnya, penganggaran untuk Perusda PSM itu dilakukan dengan berbagai pertimbangan. Pihak Pemko telah membentuk jajaran direksi dan pengawas PSM. "Kan tidak bagus juga kalau tidak dianggarkan. Dana itu termasuk untuk operasional awal dan sewa kantor," katanya.

Dijelaskan, memang tahap awal ini dialokasikan sebesar Rp2 miliar. Namun tidak tertutup kemungkinan bisa saja ditambah pada APBD Perubahan nanti, jika memang perkembangan perusahaan itu cukup pesat dan bisa memberi kontribusi kepada PAD Padang.

"Kita akan melihat sejauh mana keberhasilan usaha Perusda itu nanti. Kalau memberi kontribusi positif bagi PAD Padang, bisa saja ditambah pada APBD P 2017 nanti," katanya.

Selain penyertaan modal bagi Perusda PSM, DPRD juga mengalokasikan tambahan penyertaan modal bagi Bank Nagari dan PDAM Padang. Wahyu mengatakan untuk Bank Nagari, dialokasikan tambahan modal Rp10 miliar. Sementara PDAM mencapai Rp8 miliar.

Dijelaskan, untuk PDAM memang sengaja diberikan tambahan lebih besar dari permintaan mereka yang hanya Rp5 miliar. Sebab PDAM Padang perlu memperbaiki jaringan dan instalasi pengolahan air di Gunung Pangilun yang sudah rusak. "Penambahan modal itu kita harapbisa meningkatkan kinerja PDAM dalam memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat Kota Padang," katanya.

Sementara untuk Bank Nagari, menurut Amrizal Hadi, seharusnya penyertaan modal yang diminta itu adalah Rp27 miliar. Namun karena keterbatasan anggaran, jadinya yang dialokasikan hanya Rp10 miliar.

Menurutnya, penyertaan modal ke Bank Nagari ini cukup perlu karena bisa memberi kontribusi yang jelas bagi PAD Kota Padang dari deviden yang dihasilkan tiap tahun.

"Kontribusinya jelas bagi PAD, jadi tidak masalah kalau dilakukan penyertaan modal. Seharusnya bisa lebih besar, agar Padang tidak lagi kalah dalam jumlah modal dengan Tanah Datar dan Mentawai. Tapi karena keterbatasan anggaran, makanya untuk tahun 2017 baru bisa dialokasikan Rp10 miliar," pungkasnya.(agb)


Loading...
wwwwww