Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Usung 'Sumangaik Baru', Faldo Maldini Daftarkan Diri Maju di Pilgub Sumbar
Politik
19 jam yang lalu
Usung Sumangaik Baru, Faldo Maldini Daftarkan Diri Maju di Pilgub Sumbar
2
Mulai Senin Ini, Pasaman Barat Tetapkan ASN Bappeda-Pemnag Bekerja dari Rumah
Pasaman Barat
19 jam yang lalu
Mulai Senin Ini, Pasaman Barat Tetapkan ASN Bappeda-Pemnag Bekerja dari Rumah
3
Kapal Patroli Polairud Tenggelam, 3 Polisi Hilang
Peristiwa
20 jam yang lalu
Kapal Patroli Polairud Tenggelam, 3 Polisi Hilang
4
Ini Identitas 3 Polisi yang Hilang Akibat Karamnya Kapal Patroli Polairud
Peristiwa
19 jam yang lalu
Ini Identitas 3 Polisi yang Hilang Akibat Karamnya Kapal Patroli Polairud
5
Calon Tunggal Berpontensi Hadapi 31 Kotak Kosong Jadi Preseden Buruk Pilkada
GoNews Group
6 jam yang lalu
Calon Tunggal Berpontensi Hadapi 31 Kotak Kosong Jadi Preseden Buruk Pilkada
6
Jika Banyak 'Kotak Kosong' di Pilkada 2020
Politik
8 jam yang lalu
Jika Banyak Kotak Kosong di Pilkada 2020
Loading...
Home  /   Berita  /   Pendidikan

Maidestal: Ironis, Kota Layak Anak Abaikan Pendidikan Anak Demi Porprov

Maidestal: Ironis, Kota Layak Anak Abaikan Pendidikan Anak Demi Porprov
Maidestal Hari Mahesa, Anggota Komisi IV DPRD Padang
Jum'at, 18 November 2016 15:14 WIB
Penulis: Agib Noerman

PADANG - Kebijakan Pemko Padang yang meliburkan sekolah demi mensukseskan gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tidak hanya mendapat kritikan dari kalangan dunia pendidikan. DPRD Padang pun ikut bersuara mengkritisi langkah Pemko tersebut. Menurut para legislator, menghentikan proses belajar mengajar di sekolah adalah bentuk pelanggaran hak asasi terhadap siswa. 

Anggota Komisi IV DPRD Padang, Maidestal Hari Mahesa menyebut kebijakan Pemko ini sangat ironis dengan penghargaan Kota Layak Anak yang baru diraih Kota Padang. Dikatakan Maidestal, salah satu indikator Kota Layak Anak tersebut adalah pendidikan.

"Nah, sekarang Pemko Padang mengabaikan pendidikan anak-anak dengan meliburkan sekolah untuk kegiatan Porprov. Pantas gak dengan kebijakan ini Kota Padang mendapat predikat Kota Layak Anak," Maidestal bertanya ketika ditemui, Jumat (18/11/2016).

Data Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Padang, kontingen perwakilan kabupaten/ kota Porprov XIV akan ditempatkan di 28 sekolah, mulai dari SD sampai SMA yang jaraknya dekat venue bertanding. Beberapa kalangan menilai kebijakan meliburkan sekolah untuk mensukseskan Porprov merupakan langkah sistematis untuk menurunkan kualitas pendidikan. Karena bagaimana pun, proses belajar mengajar (PBM) tidak boleh terganggu oleh kegiatan apa pun.

Sementara, anggota Komisi IV lainnya Usman Ismail menyayangkan langkah Pemko Padang. Dijelaskan Usman, meliburkan sekolah pada saat siswa akan menghadapi ujian semester merupakan langkah yang kurang tepat. Ditegaskan kembali oleh Usman, kegiatan proses belajar mengajar di sekolah tidak bisa digantikan di rumah.

"Siswa pasti akan ketinggalan materi pelajaran. Bagaimana pun belajar di sekolah lebih kompleks dibanding belajar di rumah. Karena di sekolah ada proses diskusi yang tidak bisa dilakukan di rumah," jelas politisi Demokrat ini.

Usman menyarankan agar penginapan atlet Porprov tidak memakai sekolah dan memanfaatkan ruang-ruang pertemuan instansi pemerintah di Padang. (agb) 


Loading...
www www