Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
Pemerintahan
15 jam yang lalu
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
2
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO 'Boneka' China
Internasional
16 jam yang lalu
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO Boneka China
3
Gunakan Pasal 'Karet' UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
Politik
12 jam yang lalu
Gunakan Pasal Karet UU ITE, MPR Desak Polri Tak Menahan Ruslan Buton
4
Aksi Ricuh Demonstrasi Merebak di 30 Kota di Amerika
Internasional
16 jam yang lalu
Aksi Ricuh Demonstrasi Merebak di 30 Kota di Amerika
5
Ini yang akan Dilakukan Pemko Padang Panjang di Masa Transisi New Normal
Pemerintahan
13 jam yang lalu
Ini yang akan Dilakukan Pemko Padang Panjang di Masa Transisi New Normal
6
Jalan Bukittinggi - Pasaman Barat Sudah Bisa Dilewati Pasca Longsor
Agam
17 jam yang lalu
Jalan Bukittinggi - Pasaman Barat Sudah Bisa Dilewati Pasca Longsor
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

1 Balita Korban Bom Molotov Greja Samarinda Meninggal Dunia, Ini Tanggapan DPR

1 Balita Korban Bom Molotov Greja Samarinda Meninggal Dunia, Ini Tanggapan DPR
Foto korban bom molotov. (dok. Mabes Polri)
Senin, 14 November 2016 13:27 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Jerit kesakitan Intan Olivia saat meregang nyawa tak akan sia-sia bagi Ibu Pertiwi. Selamat jalan pahlawan kecil..pahlawan kebhinekaan NKRI, di Langit ada sebuah taman indah buatmu untuk bermain abadi bersama awan, bulan dan bintang bintang.

Begitulah sepenggal puisi untuk Intan bocah korban peledakan bom molotov di Greja Samarinda kemarin, Minggu (13/11/2016) pagi. Yang kini sudah tiada dan meninggal dunia.

Untuk kesekian kali bangsa Indonesia menghadapi ujian berat aksi terorisme dalam bentuk pengeboman Gereja Oikumene Samarinda.

Menanggapi soal ini, Khatibul Umam Wiranu Ketua Departemen Agama DPP Partai Demokrat yang juga Anggota Komisi VIII DPR RI, mengatakan, kejadian ini sungguh sangat memilukan, menyedihkan, menyayat hati.

"Jelas sedih, ini sangat menyakitkan bagi kita bangsa Indonesia, dengan pengeboman ini yang mengakibatkan 1 korban balita meninggal Intan Marbun (3 tahun) dan korban anak-anak lainnya menderita luka bakar," ujarnya, Senin (14/11/2016).

Atas peristiwa ini dirinya sangat mengecam dan mengutuk keras aksi pengeboman Gereja Oikumere Samarinda, yang dilakukan oleh orang-orang atau kelompok yang tidak berperi kemanusiaan, tidak beradab, dan tidak beragama. "Tindakan mereka bertentangan dengan Pancasila, agama, konstitusi negara serta undang-undang," tukasnya.

Dirinya juga meminta pihak kepolisian dan aparat penegak hukum lainnya untuk secapatnya memproses hukum bagi para pelaku pengeboman, serta pembuat skenario pengeboman,  menghukum mereka seberat-beratnya sesuai undang-undang Anti Terorisme serta undang-undang lain yang berlaku.

"Pelaku dan perencana tindakan pengeboman ini jelas punya motif adu domba antar pemeluk agama yang berbeda, membuat situasi sosial masyarakat  saling curiga, dan bisa menciptakan konflik sosial yang lebih luas. Sehinga aparat penegak hukum harus menemukan jejaring, mata rantai kelompok ini secara tuntas, agar tidak terjadi aksi pengeboman di tempat-tempat lain," ujarnya lagi.

Aksi teror yang kembali mengemuka ini menjadi pekerjaan pemerintah yang harus segera dituntaskan. "Tindakan kekerasan dan aksi terorisme yang bersumber dari pemahaman keagamaan yang ekstrem harus dapat diantisipasi oleh pemerintah, dicarikan jalan keluarnya (oleh Kementrian Agama RI khususnya), dan pendekatan persuasif, serta pendidikan keagamaan yang benar, menjadi pilihan yang harus diutamakan oleh pemerintah," pungkasnya. ***


Loading...
www www