Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Peristiwa
17 jam yang lalu
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
2
Awalnya Nantang Netizen, Kini Denny Siregar Nuntut Telkomsel gegara Data Pribadinya Tersebar
Politik
3 jam yang lalu
Awalnya Nantang Netizen, Kini Denny Siregar Nuntut Telkomsel gegara Data Pribadinya Tersebar
3
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
Kesehatan
3 jam yang lalu
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
4
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
Kesehatan
3 jam yang lalu
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
5
Ekspor Benur Lobster Dibuka, Fahri: Lobster Bisnisnya Nelayan Miskin
Politik
3 jam yang lalu
Ekspor Benur Lobster Dibuka, Fahri: Lobster Bisnisnya Nelayan Miskin
6
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
Politik
3 jam yang lalu
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
Loading...
Home  /   Berita  /   Umum

Waspadalah...Penyakit Masyarakat Semkin Menjadi Akibat Kemajuan Teknologi

Waspadalah...Penyakit Masyarakat Semkin Menjadi Akibat Kemajuan Teknologi
Suasana sosialisasi pemberantasan penyakit masyarakat di Kota Padang. (Humas)
Rabu, 09 November 2016 05:45 WIB

PADANG - Pemerintah Kota Padang melalui Bagian Kesra menggelar Sosialisasi Penanggulangan Penyakit Masyarakat (Pekat), demi mewujudkan seluruh masyarakat Kota Padang yang lebih religius. Walikota diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan, Bambang Sutrisno membuka kegiatan yang dilangsungkan di Gedung LKKS Sumbar itu, Selasa (8/11/2016).

Bambang mengatakan, dalam pemberantasan Pekat ini diharapkan pemerintah bersama aparat dan seluruh elemen masyarakat dapat saling bersatu dan bahu membahu. Dimana pemicu Pekat itu ada banyak hal, seperti lemahnya penghayatan keagamaan, pendidikan masyarakat yang masih rendah, tingkat kesejahteraan yang minim serta faktor biologis dikarenakan masih banyaknya pengangguran.

“Apalagi di samping dari kemajuan teknologi informasi, ternyata juga bisa diselewengkan oleh pihak tidak bertanggung jawab yang menyebabkan Pekat semakin kompleks dan bervariasi modusnya. Maka itu, mari kita bersama mencari solusi yang terbaik dan membulatkan tekad dalam memberantas Pekat ini ke depan,” imbau Bambang kepada peserta sosialisasi yang terdiri dari perwakilan lembaga adat, berbagai organisasi masyarakat (ormas) se-Kota Padang itu.

Menurut Bambang, terkait teknologi informasi melalui layanan internet juga telah memudahkan masyarakat seperti melakukan perjudian, prostitusi, porno aksi dan hal negatif lainnya. Menyikapi itu, pemerintah memang tidak bisa bekerja sendirian dan membutuhkan dukungan semua elemen masyarakat.

“Semoga, selouruh peserta sosialisasi kali ini dapat menyosialisasikan kepada masyarakat dalam mengurangi Pekat di lingkupnya masing-masing. Sehingga masyarakat betul-betul terdeteksi sedini mungkin dan senantiasa menjaga diri agar terhindar dari berbagai jenis Pekat tersebut,” harapnya.

Sementara itu Kepala Bagian Kesra Setdako Padang, Fitri Abu Hasan menyampaikan, tujuan inti sosialisasi tersebut demi meningkatkan pengetahuan masyarakat akan jenis Pekat dan cara penanggulangannya. Sebagaimana para nara sumber memberikan beberapa materi antara lain, dampak penyakit masyarakat bagi pembangunan kota, motivasi religius, lalu penyakit masyarakat dalam pandangan islam dan peranan Polda dalam penanganan Pekat serta pencegahan Pekat berbasis keluarga dan keumatan.

“Semoga sosialisasi Pekat tersebut mencapai sasaran yang diinginkan. Sehingga itu Pekat mutlak menjadi musuh kita bersama demi mewujudkan masyarakat Kota Padang yang berakhlak mulia,” imbuh Fitri. (David/Bustam/Faisal)

Editor : Calva
Kategori : Padang, Umum

Loading...
www www