Home  /  Berita  /  Pendidikan

Ditekuni, Puisi Bisa Janjikan Kehidupan

Ditekuni, Puisi Bisa Janjikan Kehidupan
Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi berfoto bersama juri dan peserta lomba baca puisi tingkat SLTA se- Kabupaten Limapuluh Kota di gedung Sago Bungsu, Senin (7/11).
Rabu, 09 November 2016 10:42 WIB
Penulis: Tri Nanda

LIMAPULUH KOTA--Bila ditekuni dengan sungguh-sungguh, menulis puisi juga bisa menjanjikan kehidupan atau pendapatan yang menggiurkan. Namun, untuk sukses perlu proses dan perjuangan.

Hal itu disampaikan Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi dalam sambutannya ketika membuka secara resmi lomba membaca puisi tingkat SLTA se-kabupaten setempat di gedung Sago Bungsu, Senin (711).

            “Selain menyalurkan hobi, ternyata menulis puisi juga bisa menjadi pekerjaan yang menjanjikan asalkan keahlian yang digeluti itu ditekuni secara serius. Apalagi kalau tulisan tersebut mampu menembus pihak penerbit konvensional,” ujar Irfendi.

Tak hanya itu, lanjut Irfendi, puisi juga membuat seseorang bisa dikenal ditingkat nasional dan di dunia internasional. Bahkan salahseorang seniman dan penulis asal Luak Limopuluah Gus TF yang juga menjadi juri dalam lomba baca puisi ini, sudah pernah mendapatkan South East Asean Write Aword yaitu penghargaan paling bergengsi tingkat Asia Tenggara oleh Raja Thailand tahun 2015

“Kita ingin dari lomba baca puisi ini mampu melahirkan Gus TF muda yang bisa bicara di dunia internasional,” tutur Irfendi.

Menurut Irfendi, lomba baca puisi ini merupakan salahsatu upaya untuk mengembangkan budaya sastra Indonesia  yang patut diapresiasi. Apalagi kalau acara itu dikembangkan menjadi lomba  tingkat Provinsi Sumatera Barat.

Kegiatan ini menurut Irfendi sangat tepat untuk menyalurkan bakat generasi muda ke hal-hal yang positif. Artinya, lomba tersebut tak hanya sekedar membangun budaya bangsa menuju bduaya literasi, namun juga mengarahkan generasi muda ke arah yang lebih baik.

“Puisi adalah salahsatu karya sastra yang harus dipelihara dan dikembangkan. Lomba membaca puisi ini juga bisa menghindari generasi dari kegiatan yang negatif. Karenanya Pemkab Limapuluh Kota mendukung upaya pelestarian dan pengembangan seni budaya tersebut,” yakin Irfendi.

Anak Miskin Harus Sekolah :

 Dalam kesempatan itu Irfendi juga menekankan kepeduliannya terhadap terhadap dunia pendidikan. Menurutnya, tidak ada alasan bagi anak pintar untuk tidak sekolah sekalipun mereka berasal dari keluarga miskin.

“Kalau ada anak pintar dari keluarga miskin yang tidak sekolah, datangi saya. Kita akan bantu mereka agar bisa tetap sekolah. Saya tidak mau ada anak pintar yang putus sekolah gara-gara tidak ada biaya,” tegas Irfendi.

Sebelumnya panitia acara Sadarman dalam laporannya menyebutkan, lomba diikuti oleh 40 siswa asal 20 SLTA yang ada di daerah ini. Kegiatan ini merupakan tindaklanjut workshop penulisan dan baca puisi tingkat SLTA.

Sedangkan tujuan acara antara lain untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, menumbuhkembangkan gemar membaca, menarik minat baca siswa terhadap karya sastra. Selain itu untuk mengenal karya penyair asal Indoensia khususnya dari Limapuluh Kota serta buat mengasah kemampuan para peserta dalam  membaca puisi dan karya sastra.

Dalam lomba tersebut tampil sebagai juara pertama Joni Saputra dari SMAN 1 Keamatan Gunuang Omeh, disusul Sri Sudasti Ayu Rezki asal SMAN 1 Kecamatan Harau dan Hanifah Rusydah dari SMAN 1 Kecamatan Mungka yang masing-masingnya merebut juara 2 dan 3.

Ikut hadir dalam acara itu Kepala Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Zaiful April, Kepala Dinas Pendidikan Radimas, SPd dan Kepala Dinas Budparpora Novian Burano.***

Editor:M Siebert
Kategori:Limapuluh Kota, Pendidikan

wwwwww