Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Amerika Chaos, MPR Minta KBRI Lindungi WNI
GoNews Group
3 jam yang lalu
Amerika Chaos, MPR Minta KBRI Lindungi WNI
2
Ikatan Keluarga Magek Pekanbaru Salurkan Zakat Mal kepada Anggota Terdampak Covid-19
Umum
23 jam yang lalu
Ikatan Keluarga Magek Pekanbaru Salurkan Zakat Mal kepada Anggota Terdampak Covid-19
3
Kemendes PDTT Diharap Libatkan Universitas Awasi BLT Desa
Ekonomi
23 jam yang lalu
Kemendes PDTT Diharap Libatkan Universitas Awasi BLT Desa
4
Garuda Siapkan 'Service Recovery' pasca Pembatalan Penerbangan WNI dari Abu Dhabi
Ekonomi
23 jam yang lalu
Garuda Siapkan Service Recovery pasca Pembatalan Penerbangan WNI dari Abu Dhabi
5
Polisi Panggil Sejumlah Saksi Dugaan Pencemaran Nama Baik Ketua KPU Sumbar
Sumatera Barat
5 jam yang lalu
Polisi Panggil Sejumlah Saksi Dugaan Pencemaran Nama Baik Ketua KPU Sumbar
6
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
Politik
6 jam yang lalu
Basarah: Tunda Dulu New Normal di Sektor Pendidikan
Loading...
Home  /   Berita  /   Ekonomi
In House Training Entrepreneurship

Banyak Pemuda Gagal Karena Merasa Tak Punya Bakat

Banyak Pemuda Gagal Karena Merasa Tak Punya Bakat
Lailan Fajri Saidina
Selasa, 08 November 2016 23:42 WIB

LHOKSEUMAWE - Banyak anak muda yang masih beranggapan bahwa menjadi pebisnis sukses adalah soal bakat. Karena cara berpikir ini pula mereka mengurungkan niatnya untuk menjadi pengusaha.

“Banyak anak muda yang gagal karena merasa dirinya tidak berbakat. Mindset seperti ini merupakan sebuah kekeliruan bahkan menjadi penghalang  bagi seseorang untuk menggapai kemajuan hidup,” kata motivator Lailan Fajri Saidina, saat memberi materi pada acara in house training entrepreneurship, di aula Ayam Penyet Pak Ulis, Lhokseumawe, Selasa (8/11/2016).

Menurut pendiri Lembaga Konsultan Psikologi Tandaseru ini, banyak sekali peluang pasar baru yang bisa direbut dengan memanfaatkan skill yang dimiliki masing-masing peserta pelatihan di bidang otomotif, furniture dan IT. “Namun peluang pasar itu hanya akan terlihat jika kita bersedia terlebih dahulu mengubah mindset dan mental dari domain pencari kerja ke mental wiraswasta,” katanya.

Dengan menggunakan pendekatan psikologis dan metode pelatihan yang interaktif, kata Dia, diselingi fun games dan simulasi, sangat membantu peserta menangkap spirit dari materi pelatihan. “Selain itu kita bisa mempertahankan antusiasmenya. Peserta perlahan-lahan digiring untuk menginternalisasikan 7 mindset seorang enterpreneur,” katanya.

Ke 7 Mindset enterpreneur itu adalah jujur, berorientasi pada action, fokus pada eksekusi, berpikir simpel, selalu mencari alternatif dan peluang baru, memanfaatkan peluang, serta rajin membangun silaturrahmi (jaringan pasar).

Salah satu peserta in house training entrepreneurship, Edi, mengaku beruntung bisa ikut pelatihan seperti ini. Namun dirinya sering mengalami motivasinya lenyap setelah kembali ke tempat tinggalnya. Menyikapi hal itu, Lailan menyarankan agar selalu mencari komunitas dan bergaul dengan orang-orang positif yang mendukung stabilitas motivasi dan emosi untuk berkarya.

“Karenanya  penting menciptakan iklim dan lingkungan baru yang saling mendorong satu sama lain, serta proaktif  mencari mentor privat dari kalangan pelaku usaha untuk mengasah dan memanfaatkan skill yang ada menjadi sumber penebar manfaat sekaligus sumber pendapatan,” ujar Lailan.

Editor : Zainal Bakri
Kategori : Ekonomi

Loading...
www www