Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Padang Pariaman Tambah Satu Unit Mobil Damkar

Padang Pariaman Tambah Satu Unit Mobil Damkar
Ilustrasi
Kamis, 03 November 2016 10:35 WIB

PARIT MALINTANG - Kabupaten Padang Pariaman menambah satu unit mobil pemadam kebakaran pada tahun 2016. Adapun pembelian mobil Damkar tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat. Dikatakannya tahun ini Padang Pariaman memperoleh DAK sebesar Rp1,4 Milyar untuk Penanggulangan Bencana Daerah. Sesuai kebutuhan dana tersebut digunakan membeli mobil Damkar sebanyak satu unit.

"Insya allah mobil damkarnya tiba akhir November nanti," kata Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni di Parit Malintang, Jumat (28/10).

Ditambahkannya bahwa dari dana tersebut, juga ada pengadaan sepatu dan baju anti panas operasional petugas Damkar. Ke depan, Ia akan menganggarkan untuk pengadaan baju tahan api pada APBD 2017 dengan dukungan anggota DPRD. Sebelumnya, akan diberi pelatihan bagi petugas Damkar untuk meraih sertifikat pelatihan kebencanaan.

Orang nomor satu di Padang Pariaman itu juga meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk membentuk UPTD Damkar di setiap wilayah pemilihan di Padang Pariaman. Saat ini sudah ada dua UPTD yaitu Wilayah I dipusatkan di Sungai Limau sedangkan Wilayah IV dipusatkan di Lubuk Alung.

"Kita dorong BPBD membentuk UPTD di Wilayah II dan III Kab. Padang Pariaman. Agar masyarakat cepat dilayani masalah kebencanaan," kata Bupati didampingi Kabag Humas Hendra Aswara.

Adapun wilayah II meliputi Kec. VII Koto, Patamuan, Padang Sago, V Koto Kampung Dalam dan V Koto Timur. Sedangkan Wilayah III meliputi Kec. 2x11 Kayu Tanam, 2x11 Enam Lingkung, Nan Sabaris, Enam Lingkung dan Ulakan Tapakis.

Bupati Ali Mukhni juga meminta SKPD yang menangani kebencanaan yakni BPBD, Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan untuk bersinergi dalam penanganan bencana. Artinya, seluruh petugas bisa bersatu dalam percepatan penyelamatan warga.

Sementara Ketua Komisi IV DPRD Dwiwarman mendukung dibentuknya dua UPTD di dua wilayah Padang Pariaman. Hal itu akan mempercepat penanganan bencana mengingat kedua wilayah tersebut juga rawan bencana.

"Kita sepakat dibentuknya UPTD di wilayah II dan III, kalau bisa diajukan dalam waktu dekat," kata Dwiwarman. (Humas)


wwwwww