Home >  Berita >  Ekonomi

LPG 3 Kg Kembali Langka, Pemko Padang Segera Sidak

LPG 3 Kg Kembali Langka, Pemko Padang Segera Sidak
Suasana Pertemuan Pemko Padang dengan agen elpiji. (Humas)
Kamis, 27 Oktober 2016 10:40 WIB

PADANG - Kelangkaan LPG 3 Kg terjadi di Kota Padang sejak beberapa waktu belakangan ini. Hal ini memusingkan konsumen, terutama masyarakat kalangan bawah. Mereka yang seharusnya mendapatkan gas subsidi justru gigit jari.

Guna mengetahui penyebab langkanya LPG 3 Kg, Pemerintah Kota Padang mengundang 23 agen LPG di daerah tersebut. Pemko ingin mendengar langsung apa saja permasalahan yang terjadi di kalangan agen. Diskusi dengan para agen ini digelar di Ruang Abu Bakar Jaar, Balaikota Padang, Rabu (26/10/2016).

Usai melakukan diskusi selama lebih kurang tiga jam, Walikota Padang melalui Staf Ahli Bidang Hukum, Zabendri menegaskan bahwa Pemko Padang akan segera melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke kalangan agen dalam waktu dekat ini. Langkah ini menurut Zabendri mesti segera dilakukan karena kelangkaan LPG cukup merisaukan konsumen.

“Sebenarnya untuk kuota terpenuhi. Namun begitu, kita akan pantau ke lapangan, kenapa tak sampai ke masyarakat,” sebutnya.

Zabendri mengatakan, sebenarnya kuota LPG 3 Kg dari PT Pertamina untuk Kota Padang sesuai dengan kebutuhan. Bahkan jumlahnya melebihi 100,6 persen.

“Kita segera bentuk tim satgas untuk turun ke lapangan dan memonitoring, dimana nanti terjadi penyimpangan. Kita akan secepatnya turun,” tegas Zabendri.

Senada dengan itu Kabid Pertambangan Energi Dinas Perindagtamben Kota Padang, Badri Ahmad mengatakan bahwa sidak yang dilakukan untuk memantau dimana mandeknya LPG 3 Kg. Pihaknya melihat, banyaknya pelaku usaha yang belum dapat ditindak dalam penyalahgunaan pemakaian gas bersubsidi LPG 3 Kg. Seperti rumah makan dan restoran yang menggunakan LPG 3 Kg. Padahal, gas subsidi itu sebenarnya secara regulasi hanya boleh dikonsumsi oleh rumah tangga dan usaha mikro.

“Jika nanti kedapatan pengguna yang nakal, kita akan berikan teguran dan eksekusi. Mereka kita suruh ganti dengan 12 Kg,” sebutnya.

Badri Ahmad menyebut, penyebab bebasnya restoran dan rumah makan serta kalangan atas menggunakan LPG 3 Kg dikarenakan masih menggunakan pola distribusi terbuka. Siapa saja bebas menukarkan dan isi ulang tabung 3 Kg di tingkat pengecer.

"Kalau pola distribusi tertutup dilakukan, nanti konsumen akan punya kartu kendali," ucapnya.

Dalam Sidak nanti, Pemko Padang bersama tim akan membawa aparat kepolisian. Jika terbukti terjadi penyelewengan maupun oplosan, akan dilakukan tindakan tegas oleh pihak kepolisian.

Sementara, perwakilan dari PT Pertamina, Aditia menyebut bahwa sejauh ini stok LPG 3 Kg masih aman tanpa kendala. Menurutnya, dalam diskusi yang dilakukan bersama agen, diperoleh kesimpulan bahwa kelangkaan tak terjadi di kalangan masyarakat. Akan tetapi hanya terjadi peningkatan kebutuhan dari biasanya.

"Kami dari Pertamina sudah cukup mengakomodir peningkatan kebutuhan masyarakat sejak awal tahun. Saya rasa masyarakat tidak perlu panik," katanya.
Aditia menyebut, kuota LPG 3 Kg untuk Kota Padang sejauh ini sebanyak 18.760 tabung. Aditia mengaku bahwa Pertamina telah menyalurkan gas melebihi kuota yang ada.

"Sekarang bagaimana kita di lapangan melakukan penertiban untuk rumah makan dan restoran," tutupnya.

Terpisah, Kepala Bagian Perekonomian Setdako Padang Edi Dharma mengakui bahwa kelangkaan LPG 3 Kg sangat mempengaruhi inflasi di Kota Padang. Edi Dharma berharap situasi ini cepat reda dan tidak terjadi inflasi mencolok. (Charlie)

Editor : Calva
Kategori : Ekonomi, Pemerintahan, GoNews Group, Padang

Loading...
www www