Home  /  Berita  /  Peristiwa

Hoyak Tabuik di Kota Pariaman Meriah, Warga Tumpah Ruah Saksikan Tarian Kolosal

Hoyak Tabuik di Kota Pariaman Meriah, Warga Tumpah Ruah Saksikan Tarian Kolosal
Pertunjukan Tarian Kolosal dalam pesta Hoyak Tabuik di Kota Pariaman. (Biro Humas Sumbar)
Senin, 17 Oktober 2016 07:37 WIB
PARIAMAN - Perayaan Hoyak Tabuik budaya Kota Pariaman yang diselenggarakan dalam rangka peringatan Tahun Baru Islam Hijriah 1438 , dilaksanakan dengan sangat meriah tahun ini dengan berbagai kesenian dan tari kolosal yang inda, Minggu sore (15/10/2016).

Hadir dalam kesempatan tersebut Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Wisata Nusantara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dr. Eshty Reko Astuti, Duta Besar Indonesia untuk Republik Iran, Okta Ali Nurdin, Gubernur Irwan Prayitno, Forkopinda, Kakanwil Kementrian Agama, Ketua Dekranasda Sumbar Ny. Nevi Irwan Prayitno, Ketua BKOW Ny. Wartawati Nasrul Abit, Walikota Muclis Rahman, Wakil Walikota Genius, Ketua DPRD Pariaman, Bupati Walikota se Sumatera Barat, kepala SKPD dilingkungan Pemko Pariaman.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dalam kesempatan itu menyampaikan, sudah saat atraksi budaya Hoyak Tabuik Jadi Event Nasional Pariwisata di Indonesia.

"Atraksi Budaya Tabuik Pariaman seharus menjadi salah satu event pariwisata nasional di Indonesia. Hal ini karena budaya hoyak tabuik ini telah menjadi event tahunan yang konsisten diselenggarakan di kota Pariaman, selain aktrasi ini lebih lengkap dibandingan aktarasi daerah lain di Indonesia mulai dari tahap pelaksanaannya serta telah mendapat perhatian dan kunjungan berbagai negara tetangga dengan kunjungan wisata melebihi Tour De Singkarak (TDS)," usul Gubernur Irwan Prayitno.

Perhelatan Hoyak Tabuik Pariaman ini, telah menjadi perhatian banyak orang, masyarakat parimana amat antusias sebagai sebuah kebanggaan dan kesenangan tersendiri.

"Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sangat mengapresiasi kegiatan aktrasi budaya Hoyak Tabuik dengan melibatkan banyak tokoh dan masyarakat di Kota Pariaman. Ini menandakan sebuah semangat kebersamaan memajukan pembangunan Kota Parimaan secara positif," katanya.

Gubernur juga menyebutkan, semoga semangat Hoyak Tabuik ini, menjadi seirama dengan semangat memajukan pembanguan Kota Pariaman untuk menjadi yang terbaik untuk kesejahteraan masyarakat di Sumatera Barat.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Wisata Nusantara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dr. Eshty Reko Astuti dalam kesempatan itu merespon baik, untuk menjadikan Aktrasi Budaya Hoyak Tabuik menjadi salah satu event pariwisata secara nasional.

"Kita akan ajukan aktrasi budaya Hoyak Tabuik sebagai pesta budaya masyarkat menyambutan tahun bari Islam sebagai salah satu event wisata nasional yang layak dikunjungi serta diharapkan mampu meningkatan kunjungan wisata ke Indonesia," ujarnya.

Sebelum upacara adat tabuik dilaksanakan, dilakukan pembuatan tabuik di dua tempat, yaitu di pasar (tabuik pasar) dan subarang (tabuik subarang). Kedua tempat tersebut dipisahkan oleh aliran sungai yang membelah Kota Pariaman.

Tabuik yang dibuat oleh kedua tempat ini terdiri dari dua bagian (atas dan bawah) yang tingginya dapat mencapai 12 meter. Bagian atas yang mewakili keranda berbentuk menara yang dihiasi dengan bunga dan kain beludru berwarna-warni.

"Perhelatan pesta rakyat Hoyak Tabuik Pariaman saat ini, terlihat lebih menarik dengan tahapan-tahapan ritual hingga hari puncak di sore ini. Wisata Aktraksi ini merupakan salah satu bentuk pembangunan dunia kepariwisataan nasional, selain keindahaan alam, objek wisata lainnya, " ungkapnya.

Acara pesta rakyat Hoyak Tabuik sebelum diakhiri dengan membuah tabuik kelaut, juga dihibur dengan tari kolosal Angun Nan Tongga. (Humas Sbr)

Editor:Calva
Kategori:Pariaman, Peristiwa
wwwwww