Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
GoNews Group
23 jam yang lalu
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
2
Mengira Sampah, Ini Kisah Mujenih Tukang Sapu Temukan Rp500 Juta di Gerbong KRL
Ekonomi
23 jam yang lalu
Mengira Sampah, Ini Kisah Mujenih Tukang Sapu Temukan Rp500 Juta di Gerbong KRL
3
Minggu Ini, Hj. Yemmelia Deklarasi "Poros Basamo"
Politik
12 jam yang lalu
Minggu Ini, Hj. Yemmelia Deklarasi Poros Basamo
4
Data Denny Siregar Dibobol, Bareskrim Polri Selidiki Dugaan Aliran Dana Ustaz Haikal Hassan ke Akun @opposite6891
Hukum
23 jam yang lalu
Data Denny Siregar Dibobol, Bareskrim Polri Selidiki Dugaan Aliran Dana Ustaz Haikal Hassan ke Akun @opposite6891
5
Ke KSAD Andika, 1.262 Siswa Secapa TNI Sedih Dinyatakan Positif Corona, Padahal Tak Merasakan Sakit Apapun
Peristiwa
22 jam yang lalu
Ke KSAD Andika, 1.262 Siswa Secapa TNI Sedih Dinyatakan Positif Corona, Padahal Tak Merasakan Sakit Apapun
6
Polisi: Artis FTV HH Diamankan Saat Tak Berbusana Lengkap
Pemerintahan
17 jam yang lalu
Polisi: Artis FTV HH Diamankan Saat Tak Berbusana Lengkap
Loading...
Home  /   Berita  /   Pendidikan

Benahi Mutu, 40 Guru SD X Koto Diatas Solok Ikuti Workship Media Pembelajaran

Benahi Mutu, 40 Guru SD X Koto Diatas Solok Ikuti Workship Media Pembelajaran
Pengawas TK/SD Kab. Solok, Muslihati, memberikan pengarahan dan pembukaan Workshop di SDN 03 Tanjung Balit Kec X Koto Diatas.
Jum'at, 14 Oktober 2016 06:46 WIB
Penulis: Dafrizal
SOLOK - Sebanyak 40 orang Guru Sekolah Dasar dikecamatam X Koto Diatas mengikuti workshop pembuatan media pembelajaran di SDN 03 Tanjung Balit X Koto Diatas Kabupaten Solok. . Workshop digelar hasil kerjasama gugus tiga Tanjung Balit dan Pengawad TK/SD Kab. Solok. Kegiatan dilaksanakan selama tiga Hari 13-15 oktober 2016.

"Melalui workshop ini, kita mengajak para guru untuk belajar membuat media pembelajaran interaktif menggunakan power point," ujar ketua Pelaksana, Armen. Selama tiga hari, ada pelatihan pembuatan media pembelajaran interaktif menggunakan power point karena media power point belum termanfaatkan dengan baik.

Selama ini, ujar Armen, para guru hanya menggunakan power point sebatas memindahkan teks dari word. Padahal, dengan power point para guru seharusnya bisa menyajikan materi dengan lebih menarik dan kreatif, sehingga siswa tidak bosan. Untuk itulah, pihaknya mengangkat power point sebagai materi workshop.

Power point, menurt Armen, sudah menjadi program presentasi yang sangat familiar di kalangan guru. Guru biasanya lebih banyak menggunakan program ini dalam menyajikan materi di kelas. Penguasaan yang lebih baik terhadap program ini tentunya akan sangat membantu para guru dalam membuat materi presentasi.

“Kita pilih power point, yang akrab dengan kita, kita sudah gunakan, tinggal mengembangkan saja. Kita tidak belajar dari awal, hanya pengembangannya,” imbuh Armen.
Usai workshop, para peserta diharuskan menghasilkan karya berdasarkan materi yang sudah didapat. Panitia memberikan waktu selama satu minggu kepada para peserta untuk membuat karya. Setelah karya terkumpul, mereka baru akan mendapat sertifikat.

Sementara Pengawas Sekolah, Muslihati mengatakan, pihaknya saat ini tengah fokus meningkatkan kompetensi guru di Kecamatan X Koto Diatas. Saat ini guru harus memiliki kompetensi dan karya yang baik, seperti di bidang menulis maupun teknologi informas tambah Muslihati.

Diakuinya, belum semua guru di Kecamatan ini memiliki kompetensi yang mendalam di bidang teknologi informasi. Umumnya, para guru senior justru enggan untuk memperdalam kompetensi yang dimiliki. Sehingga, ke depan pengawas TK/SD di Kecamatan X Koto Diatas akan lebih banyak membangun kompetensi bagi guru muda yang memiliki semangat tingggi. ***

Editor : W Leto Tapays
Kategori : Solok, Pendidikan

Loading...
www www