Home >  Berita >  Umum

Komisi III DPRD Tukar Informasi ke Padang Panjang dan Bukittinggi

Komisi III DPRD Tukar Informasi ke Padang Panjang dan Bukittinggi
Rombongan anggota komisi III DPRD Lima Puluh Kota terima cendera mata dari Pemko Padang Panjang. (bdn)
Senin, 10 Oktober 2016 10:10 WIB
Penulis: Bayu de Nura
LIMA PULUH KOTA--Anggota komisi III DPRD kabupaten Limapuluh Kota berjumlah 11 orang, tukar informasi ke kota Padang Panjang dan Bukittinggi, Kamis-Jum’at (6-7/10). Rombongan diterima Asisten I (Pemerintahan dan Kesra) Padang Panjang, Sonny Budaya Putra.

Rombongan komisi III DPRD Lima Puluh Kota diterima Pemko Padang Panjang itu, dipimpin langsung ketua DPRD Lima Puluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, ketua komisi III Harmen, sekretaris  Wendi Chandra Dt. Marajo dan anggota diantaranya Syamsul Mikar, Irwin Idrus, Akrimal Adham, H. Darlius, Virmadona, Irwin Idrus, Suriadi dan Yakubis.
 
Ketua DPRD Lima Puluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, kepada sejumlah wartawan, kemarin, mengucapkan terima kasih kepada Pemko Padang Panjang yang telah bersedia menerima kunjungan keja (Kunker) DPRD Lima Puluh Kota ke Pemko Padang Panjang.
 
Maksud dan  tujuan komisi III DPRD ke Pemko Padang Pajang ini, adalah bagaimana mendapatkan informasi yang jelas terhadap objek wisata, bantuan hibah sosial, tata kelola pemerintahan, jaminan kesehatan masyarakat, pertanian dan sebagainya.
 
Kami melihat, objek wisata Padang Panjang sangat mengiurkan dan banyak mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Jika dibandingkan dengan daerah Lima Puluh Kota yang memiliki puluhan objek wisata, Padang Panjang tetap unggul, inilah yang perlu kami tanyakan, apa kiat Padang Panjang bisa menduniakan wisatanya, “ujar Safaruddin.
 
Apa yang ditanyakan anggota komisi III DPRD Lima Puluh Kota, ditampung 4 orang Kadis yakni Kadis Perindag Arpan, Kadis Kesehatan Rio Akh Davelly, Kadis Pertanian Ade Nofrita Anas dan Kadis Sosial & Tenaga Kerja Emia Emil Elmaulid Dt. Batuah nan Sati, ternyata semuanya dapat dijawab Sonny dengan memberikan informasi yang jelas, sedangkan masing-masing SKPD hanya tinggal memolesnya saja.
 
Dijelakan Sonny, dampak terhadap objek wisata itu, tidak hanya sekedar memajukan objek wisata, akan tetapi dengan mendunianya objek wisata, secara otomatis, perekonomian juga berkembang, seperti transportasi darat, kuliner, perhotelan dan sebagainya.
 
Kita lihat lagi, meningkatnya perekomian juru parkir. Yang mana para juru parkir sudah berada disetiap objek wisata, baik itu wisata bahari maupun wisata buatan. Diseputar objek wisata berjejer belasan juru parkir. Mereka menertibkan seluruh kendaraan bermotor dengan baik dan nyaman, ujar Sonny.
 
Sementara Virmadona ketika dihubungi wartawan, mengatakan, kemajuan Padang Panjang, utamanya terhadap objek wisata, kami di Lima Puluh Kota, tentunya ingin pula menduniakan objek wisata sama dengan kota Padang Panjang, Bukittinggi dan daerah lainnya.
 
‘Tidak salah rasanya kami bercermin ke kota Padang Panjang dan Bukittinggi, untuk memajukan daerah Lima Puluh Kota kedepannya. Apa yang disampaikan Asisten I dan para SKPD Kota Padang Panjang dapat kami tiru di Lima Puluh Kota, ‘ujar Virmadona.
 
Sedangkan menurut ketua komisi III DPRD Lima Puluh Kota Harmen, menyebutkan, kemajuan kota Padang Panjang, patut kita jadikan sebagai perbandingan untuk mengembangkan daerah Lima Puluh Kota kedepannya.

Kota Padang Panjang tidak hanya terkenal dengan objek wisaa Minat Fantasi (Mifan) akan tetapi maju disegala sektor. “Mudah-mudahan apa yang kita petik dari Pemko Padang Panjang ini dapat diterapkan di Lima Puluh Kota, “ujar Harmen.
 
Nada yang sama juga dilontarkan sekretaris komisi III Wendi Chandra Dt. Mrajo, dia memuji kemampuan Asisten I Sonny Budaya Putra dalam memberikan penjelasan, ternyata Sonny menguasai segala ilmu. “Buktinya apa yang ditanyakan anggota komisi III terjawab kesemuanya, sehingga dapat diterapkan di Lima Puluh Kota, “ujar Wendi.***

Editor : M. Siebert
Kategori : Umum, Limapuluh Kota

Loading...
www www