Pemko Padang Ajak Seluruh Warga Kota Cegah Penyakit Kaki Gajah

Pemko Padang Ajak Seluruh Warga Kota Cegah Penyakit Kaki Gajah
Wako Padang Mahyeldi bersama Forkompinda secara simbolis meminum obat kaki gajah. (Humas)
Senin, 03 Oktober 2016 07:27 WIB

PADANG - Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt. Marajo mencanangkan Pemberian Obat Massal Pencegahan (POMP) Filariasis atau yang dikenal dengan penyakit kaki gajah. Pencanangan tersebut ditandai dengan simbolis meminum obat filariasis bersama Wakil Walikota H. Emzalmi dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) usai upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di pelataran parkir GOR H. Agus Salim, Sabtu (1/10/2016).

Pada kesempatan ini Walikota Mahyeldi meminta semua pihak ikut berperan aktif pada pelaksanaan pengobatan massal filariasis yang dilaksanakan selama bulan Oktober 2016. "Semua pihak agar berperan serta aktif pada pelaksanaan POMP di Kota Padang, sehingga apa yang diharapkan dapat diwujudkan," katanya.

Ia berharap, pelaksanaan POMP Filariasis akan dapat memutus mata rantai penularan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kota Padang. "Pemberian obat massal akan memutus mata rantai penularan, sehingga Kota Padang bebas filariasis," imbuh Mahyeldi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Ferimulyani Hamid menjelaskan, filariasis merupakan penyakit di daerah tropis yang terabaikan dan menjadi masalah kesehatan masyarakat, termasuk di Kota Padang.

Penyakit ini dapat menimbulkan kecacatan menetap. Penyebabnya adalah cacing filaria yang masuk ke dalam tubuh manusia melalui perantara/vektor nyamuk. Penyebarannya bisa di perkotaan juga bisa di pedesaan.

Filariasis sudah menjadi masalah global, kasusnya menyebar di 73 negara, termasuk Indonesia. Pengendaliannya di Indonesia sudah dimulai sejak 1970. Pemerintah bertekad mewujudkan Indonesia bebas filariasis tahun 2020. Untuk itu diadakan bulan eleminasi kaki gajah (Belkaga) di bulan Oktober 2016 ini.

Sasaran minum obat filariasis adalah semua penduduk Kota Padang usia 2 - 70 tahun dengan jumlah 828.371 orang. Sedangkan sasaran yang ditunda minum obat ini adalah anak usia di bawah 2 tahun, ibu hamil dan menyusui, anak dengan gizi buruk, orang yang sedang sakit berat, serta penderita filariasi itu sendiri.

"Obat filariasi bisa didapatkan di Posyandu, Puskesmas, Pustu, Rumah Sakit dan tempat pelayanan kesehatan. Sedangkan untuk sekolah bisa didaptakan di sekolah sewaktu pelaksanaan kegiatan POMP Filariasis," tukasnya. (Humas)

Editor : Calva
Kategori : Pemerintahan, Lingkungan, GoNews Group, Padang

Loading...
www www