Home >  Berita >  Padang

Bahas APBD-P 2016, DPRD Padang Bentuk Tiga Pansus

Bahas APBD-P 2016, DPRD Padang Bentuk Tiga Pansus
Walikota Padang, Mahyeldi menyerahkan draft rancangan APBD-P2016 kepada Ketua DPRD Padang Erisman yang disaksikan Wakil Ketua Wahyu Iramana Putra dan Muhidi.
Senin, 26 September 2016 18:12 WIB
Penulis: Agib Noerman

PADANG - DPRD Padang membentuk tiga panitia khusus (Pansus) terkait pembahasan rancangan perubahan APBD 2016 Kota Padang. Ketiga Pansus tersebut antara lain Pansus I tentang pendapatan dan pembiayaan, Pansus II tentang belanja tidak langsung serta Pansus III tentang belanja langsung. Masing-masing Pansus dikoordinir unsur pimpinan dewan.

“Pansus nantinya akan melakukan pembahasan dengan mitra kerja terkait. Penentuan pimpinan Pansus masih dalam tahap penggodokan,” kata Erisman yang ditemui di Gedung DPRD Padang, Senin (27/9/2016).

Seperti diketahui anggaran rencana belanja daerah Kota Padang, turun sebesar Rp167,94 miliar atau 6,59 persen dari anggaran semula dalam perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2016.

Menurut Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah, penurunan tersebut dimaksudkan untuk mendukung tercapainya sasaran strategis sesuai dengan arah kebijakan dan prioritas pembangunan dalam perubahan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2016.

“Adanya kebijakan pemerintah pusat berupa surat Menteri Keuangan RI nomor SE-10/MK.07/2016 tentang pengurangan atau pemotongan dana alokasi khusus fisik secara mandiri tahun angggaran 2016 sebesar 10 persen atau Rp9,4 miliar juga menjadi dasar terjadinya penurunan anggaran perubahan,” ungkap Mahyeldi.

Walikota berharap belanja daerah akan terus ditingkatkan agar pelayanan pemerintah daerah kepada masyarakat lebih maksimal. Peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud maksimal, baik anggaran pendidikan, kesehataan, infrastruktur, pengentasan kemiskinan, maupun peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat.

“Perubahan APBD merupakan formulasi beberapa perubahan yang terjadi selama pelaksanaan APBD 2016 yang sedang berjalan,” kata Mahyeldi.

Selain belanja daerah, anggaran belanja tidak langsung dalam perubahan APBD tahun 2016 juga mengalami penurunan sebesar Rp134,72 miliar atau turun 9,84 persen dari Rp1,36 triliun menjadi Rp1,23 triliun. Hal itu terjadi karena adanya penurunan belanja pegawai sebesar Rp145,71 miliar, belanja bunga sebesar Rp1,5 miliar, belanja bantuan sosial sebesar Rp4,91 miliar.

Namun, pada belanja tidak langsung, terdapat kenaikan pada belanja hibah sebesar Rp15,40 miliar yang semula dialokasikan Rp33,86 miliar menjadi Rp49,26 miliar atau naik 45,49 persen.  Kemudian pada belanja tidak terduga naik 100 persen yakni yang semula dialokasikan Rp2 miliar menjadi Rp4 miliar. (agb)


Loading...
www www