Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Diapresiasi Sana-Sini
Hukum
16 jam yang lalu
Jokowi Diapresiasi Sana-Sini
2
Indonesia Bisa Lakukan Ini untuk Palestina, Menurut Gelora
Politik
10 jam yang lalu
Indonesia Bisa Lakukan Ini untuk Palestina, Menurut Gelora
3
SRP Dilaporkan ke Dewas KPK
Hukum
17 jam yang lalu
SRP Dilaporkan ke Dewas KPK
4
Andre Adruano Masuk Barisan Pencetak 1.000 Angka
Olahraga
23 jam yang lalu
Andre Adruano Masuk Barisan Pencetak 1.000 Angka
5
Langsung Lolos Semifinal, Milos Pejic Paksa Putar Otak
Olahraga
23 jam yang lalu
Langsung Lolos Semifinal, Milos Pejic Paksa Putar Otak
6
Duel Sengit Firman Dwi Nugroho dan Pringgo Regowo di Bawah Ring
Olahraga
24 jam yang lalu
Duel Sengit Firman Dwi Nugroho dan Pringgo Regowo di Bawah Ring
Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Gubernur Sumbar 'Tabik Rabo', Ada Bupati dan Walikota Sering Gonta Ganti Nomor Handphone

Gubernur Sumbar Tabik Rabo, Ada Bupati dan Walikota Sering Gonta Ganti Nomor Handphone
Suasana Rakor Gubernur Sumbar dengan bupati dan walikota di sebuah hotel di Padang, Kamis (15/9/2016).
Kamis, 15 September 2016 15:56 WIB
Penulis: Calva
PADANG - Ada hal yang menarik dalam Rapat Koordinasi antara Gubernur Sumbar dengan bupati dan walikota di Hotel Pangeran Beach Padang, Kamis (15/9/2016). Gubernur Irwan Prayitno gusar dan menyindir 'kakobe' bupati dan walikota yang sering gonta-ganti nomor handphone. Akibatnya, ketika ia ingin menghubunginya, tidak bisa tersambung.

Parahnya lagi, nomor handphone ajudannya juga sering gonta-ganti. Dan ketika gubernur mencoba menanyakan kepada salah seorang pejabat eselon dua, sang pejabat juga tak tahu nomor atasannya.

"Terus terang saya merasa ada apa, kok seorang kepala daerah yang dipilih rakyat, sering gonta-ganti nomor handphone. Saya sejak membeli hanphone hingga kini tak pernah tukar nomor dan nomornya tetap dan bisa dihubungi sampai sekarang," sindir Gubernur Irwan.

Gubernur Irwan juga menyindir prihal ada diantara kepala daerah yang tidakpeduli dengan tugas dan tanggungjawab terhadap rakyat. Misalnya, ada surat-surat penting tentang masyarakat banyak, berhari-hari bahkan berpekan-pekan tidak ada jawaban alias tidak diproses. Padahal itu penting.

"Saya, bagaimanapun sibuk, tetap sesegera mungkin menyelesaikan surat-surat yang masuk ke meja saya. Jadi, jangan coba-coba bilang, ada urusan atau surat dan itu dibuat alasan masih diproses atau di meja gubernur. Saya akan kejar orang yang bicara demikian," katanya.

Untuk itu, kepada bupati dan walikota, tegas gubernur, hendaknya menindaklanjuti apa yang dikeluhkan ini. Semua pekerjaan itu adalah amanah dan itu harus dilakukan sebaik-baiknya.

"Rakyat punuh hati dan telinga. Rakyat punya penilaian dan akan menghakimi yang tidak amanah. Jadi kontestan dalam Pilkada harus ikhlas, kalau tidak ikhlas nanti stres," sambungnya. ***

wwwwww