Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rifad Marasabessy Ngaku Siap Tempur
Sepakbola
19 jam yang lalu
Rifad Marasabessy Ngaku Siap Tempur
2
Joseph Desmet Coba Patuhi Semua Instruksi Pelatih
Olahraga
20 jam yang lalu
Joseph Desmet Coba Patuhi Semua Instruksi Pelatih
3
Hanya Ada Satu Target Prastawa
Olahraga
20 jam yang lalu
Hanya Ada Satu Target Prastawa
4
David Singleton Bicara Soal Kartika Siti Aminah
Olahraga
19 jam yang lalu
David Singleton Bicara Soal Kartika Siti Aminah
5
Yonatan Tak Pernah Buang Kesempatan
Olahraga
19 jam yang lalu
Yonatan Tak Pernah Buang Kesempatan
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Wapres Jusuf Kalla Kunjungi Sentra Kerajinan Tenun Tanjung Modang Tanah Datar

Wapres Jusuf Kalla Kunjungi Sentra Kerajinan Tenun Tanjung Modang Tanah Datar
Wapres Jusuf Kalla ketika mengunjungi Sentra Kerajinan Tenun Tanjung Modang, Tanah Datar. (Biro Humas Sumbar)
Selasa, 06 September 2016 22:00 WIB

TANAH DATAR - Kepedulian terhadap perkembangan adat dan kebudayaan di Sumbar, menjadi salah satu dari tujuan kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ibu Mufidah Jusuf Kalla, dan rombongan di kabupaten Tanah Datar, Selasa(6/9/2016).

Ketua umum Panitia, Sekdakab Tanah Datar, Hardiman menyebutkan, untuk kunjungan kerajinan tenun dipusatkan di Jorong Tanjung Modang Kecamatan Lintau Buo Utara. Dimana Dinas Koperindagpastam dan Dekranasada telah membina 5 kelompok kerajinan tenun dengan jumlah anggota 153 orang.

“Kelompoknya yaitu, Batenggang Dibanang Salai, Tambose Jorong Tanjuang Modang, Perempuan Kiramat Sakti Jorong Pamasian Nagari Tanjung Bonai, Kelompok Mawar Indah dan Mawar Sakato di Jorong Mawar Nagari Lubuk Jantan. Kelompok ini baru saja mendapat pelatihan dari ibu Puan Puti Reno Sativa Sutan Aswar dari Dekranas Pusat. Salah satu ciri khas dari songket adalah proses pewarnaannya menggunakan bahan bakar alami,” sebutnya.

Terkait kunjungan ke kerajinan tenun binaan Dekranas pusat di Tanah Datar, Ibu Mufidah Jusuf Kalla mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Dekranasda Sumbar dan Dekranasda kabupaten Tanah Datar dalam mendorong kemajuan tenunan di daerah ini.

Menurutnya, upaya untuk mempromosikan hasil tenunan lokal tersebut harus dilakukan lebih maksimal lagi. Sebab hasil tenunan asal Sumbar mempunyai kaakteristik yang berbeda dari daerah lain di Indonesia, diantaranya memiliki motif dengan mengandung makna dan filosofi adat.

“Kita berharap dengan upaya maksimal yang dilakukan bersama, para penenun bisa terus bertahan dan makin banyak menghasilkan karyanya. Untuk itu diharapkan dekranasda kabupaten/kota dan provinsi mesti makin memperbanyak program yang dapat memotivasi penenun untuk bangkit menjadi lebih maju,” pungkasnya didampingi Ketua Dekranasda Sumbar Ny Nevi Irwan Prayitno. (ril/humas)

wwwwww