Home >  Berita >  Umum

Pemkab Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional: TNI Cetak 199,46 Hektar Sawah Baru di Limapuluh Kota

Pemkab Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional: TNI Cetak 199,46 Hektar Sawah Baru di Limapuluh Kota
Wabup Ferizal Ridwan bersama Ketua Satgas Percepatan Cetah Sawah Brigjen TNI FX Bangun Pratikno dan Danrem Brigjen TNI Bakti Agus Fadjari dan unsur muspika foto bersama di salah lokasi perluasan lahan pertanian. (humas)
Jum'at, 26 Agustus 2016 11:43 WIB
Penulis: Tri nanda

LIMAPULUH KOTA--Pemkab Limapuluh Kota memberi dukungan terhadap salah satu program pemerintah pusat, yakni terkait swasembada dan ketahanan pangan. Salah satu program itu yakni program cetak sawah baru sebagai upaya pemanfaatan lahan tidur untuk pertanian, oleh Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Cetak Sawah (PCS).

Menurut data tim Satgas Percepatan Cetak Sawah Baru, di kawasan Limapuluh Kota, program pusat terhadap pengembangan kawasan pertanian ini menyasar hingga 199,46 hektar lahan. Lahan non produktif yang disulap menjadi areal pertanian tersebut, berada di empat kecamatan, yakni Kecamatan Harau, Mungka, Pangkalan dan Kapur IX. 

Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, yang ikut mendampingi tim Satgas PCS meninjau pelaksanaan kegiatan cetak sawah ke beberapa kawasan kecamatan, Rabu (24/8), mengaku sangat menyambut baik program ketahanan pangan nasional. "Kami ingin, semua unsur baik jajaran pemerintah daerah dan masyarakat, mendukung program PCS ini," sebut Ferizal, kemarin. 

Dalam kunjungan itu, tim satgas PCS diikuti langsung oleh Ketua Satgas Percepatan Cetak Sawah dari Mabes TNI AD untuk wilayah Kodam I Bukit Barisan, Brigjen TNI FX Bangun Pratikno. Turut mendampingi Komandan Korem 032 Wira Braja, Brigjen TNI Bakti Agus Fadjari, serta para utusan dari Kementrian Pertanian RI. 

Adapun dari Pemkab Limapuluh Kota, Wabup Ferizal didampingi oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan, Afrizul Nazar serta para camat. Ferizal menyebut, program Percetakan Sawah merupakan program pusat, yang dibidangi oleh jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui kerjasama Kementrian Pertanian RI. 

Nantinya setelah dicetak, lahan yang terdiri dari tanah ulayat, tanah pribadi dan tanah milik nagari ini akan diserahkan kembali pengelolaannya kepada pemilik lahan, seperti ke kelompok tani, kaum adat atau masyarakat individu. Satgas dari TNI dan Kementrian Pertanian, hanya memberi fasilitas untuk pembuatan sawah. 

"Kami ingin, lahan sawah ini nantinya benar-benar bisa bermanfaat sebagai meningkatkan pendapatan dan ekonomi masyarakat. Terhadap fasilitas pertanian, mulai dari bibit, pupuk dan irigasi, nanti akan diupayakan melalui anggaran pemerintah daerah," sebut Ferizal Ridwan, saat meninjau lokasi pengerjaan PCS di Jorong Lubuaktabuan, Nagari Pangkalan. 

Brigjen TNI FX Bangun Pratikno mengatakan, progres percepatan pencetakan sawah di Kodam I Bukit Barisan tahun ini menyasar Provinsi Sumatera Barat, yang salah satu daerah pelaksanaannya adalah daerah Kabupaten Limapuluh Kota. Dia menyebut, Limapuluh Kota yang menjadi daerah sasaran dari program ini sangat lancar pelaksanaannya. 

Kendati demikian, katanya, masih ada beberapa kendala terhadap pemanfaatan sawah dan lahan pertanian, seperti persoalan pengairan dan struktur lainnya. Terkait kendala irigasi pengairan, ia mengaku telah melaporkan ke tingkat pusat. "Mudah-mudahan ada titik terangnya untuk menanggulangi permasalahan itu, apalagi proyek ini lintas kementerian," sebut Bangun.

Lebih lanjut ia menjelaskan, terlibatnya TNI AD dalam program percepatan pencetakan sawah bertujuan untuk pendampingan, memberikan asistensi, pengawasan, dan kegiatan percepatan. "Kami sepenuhnya siap membantu mensukseskan program yang telah dicanangkan oleh bapak Presiden, demi terwujudnya swasembada pangan di Limapuluh Kota, serta bisa mendukung ketahanan pangan nasional," imbuhnya.***

Editor : M. Siebert
Kategori : Umum, Limapuluh Kota

Loading...
www www