Home  /  Berita  /  Lingkungan

Wako Mahyeldi ke Luar Negeri Saat HUT RI ke-71, LVRI Sumbar: Nasionalisme Wako Pudar

Wako Mahyeldi ke Luar Negeri Saat HUT RI ke-71, LVRI Sumbar: Nasionalisme Wako Pudar
Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Sumbar Faisal Kasim (kiri) saat diwawancarai
Senin, 15 Agustus 2016 16:44 WIB
Penulis: Agib Noerman

PADANG - Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah dipastikan tidak akan menjadi Inspektur Upacara dalam rangka memperingati HUT RI ke-71 di Kota Padang. Selain itu, Wako Mahyeldi juga tidak ikut mendengarkan pidato kenagaraan Presiden Joko Widodo yang dilaksanakan, Selasa (16/8/2016) atau sehari sebelum peringatan HUT RI. Ketidakhadiran walikota dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini sedang melaksanakan kunjungan kerja ke Norwegia.

Menurut Kabag Humas dan Protokoler Pemko Padang, Mursalim Nafis membenarkan Walikota Mahyeldi melaksanakan kunjungan kerja selama empat hari. Kendati sempat menghindar, namun Mursalim mengatakan Wako Mahyeldi kunjungan kerja ke luar negeri.

"Wako dinas ke luar daerah. Ya, ke Norwegia selama empat hari. Kunjungan itu sudah lama dijadwalkan. Janganlah kunjungan kerja wako ke Norwegia dijadikan persoalan," kata Mursalim ketika dihubungi, Senin (15/8/2016).

Disebutkan Mursalim, Wako Mahyeldi ke Norwegia dalam rangka kerjasama dengan negara tersebut di bidang kelautan dan investasi lainnya terutama bidang perikanan darat.

Mengetahui walikota tidak hadir saat peringatan HUT RI, beragam pernyataan muncul dari warga Kota Padang. Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Sumbar Faisal Kasim menyayangkan sikap Mahyeldi yang ke luar negeri saat peringatan HUT RI. Dia mempertanyakan rasa nasionalisme Wako Mahyeldi.

"Sepertinya Mahyeldi sudah kehilangan rasa nasionalisme. Menjadi pemimpin itu harus arif dan bijaksana dengan menanamkan rasa nasionalisme ke masyarakat terutama generasi muda," ungkap Faisal Karim.

Faisal kecewa dengan Wako Mahyeldi. Dijelaskannya, untuk mendapatkan kemerdekaan ini banyak pengorbanan yang sudah dilakukan anak bangsa. "Ini hanya memperingati saja malah "kabur" ke luar negeri. Tujuan ke sana pun tidak jelas," tegas Faisal dengan suara berat.

Salah seorang warga, Masril (36) kepergian Mahyeldi ke luar negeri pada saat ini bukanlah contoh pemimpin patut ditiru. Warga yang tinggal di Sawahan ini mengatakan rasa nasionalisme Wako Mahyeldi sudah memudar.

"Harusnya Wako Mahyeldi menjadi teladan warga dengan menanamkan rasa nasionalisme kepada warga Kota Padang, bukannya pergi ke lua negeri saat peringatan hari bersejarah bangsa," tegasnya. (agb)

wwwwww