Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dianggap jadi 'Kutu Loncat', Warga Sumbar Enggan Dukung Faldo Maju Pilgub
Sumatera Barat
9 jam yang lalu
Dianggap jadi Kutu Loncat, Warga Sumbar Enggan Dukung Faldo Maju Pilgub
2
Kisah Febi, Kena UU ITE dan Dituntut 2 Tahun Penjara Akibat Tagih Utang 'Bu Kombes' Lewat IG
Hukum
9 jam yang lalu
Kisah Febi, Kena UU ITE dan Dituntut 2 Tahun Penjara Akibat Tagih Utang Bu Kombes Lewat IG
3
Harga Emas Naik Seiring Dorongan Meredam Kejatuhan Ekonomi lantaran Pandemi
GoNews Group
20 jam yang lalu
Harga Emas Naik Seiring Dorongan Meredam Kejatuhan Ekonomi lantaran Pandemi
4
Tangis Petani Simalingkar Pecah saat Cerita Anak dan Suami di Penjara, Tanahnya Diserobot PTPN II
Politik
13 jam yang lalu
Tangis Petani Simalingkar Pecah saat Cerita Anak dan Suami di Penjara, Tanahnya Diserobot PTPN II
5
Apa Kabar 'Resuffle'? Ada 18 Lembaga, Organisasi, Komisi menuju Perampingan
GoNews Group
16 jam yang lalu
Apa Kabar Resuffle? Ada 18 Lembaga, Organisasi, Komisi menuju Perampingan
6
Soal Isu Terduga Pemalsuan SNI, Pengusaha Kimin Tanoto Merasa Disudutkan Media
Hukum
15 jam yang lalu
Soal Isu Terduga Pemalsuan SNI, Pengusaha Kimin Tanoto Merasa Disudutkan Media
Loading...
Home  /   Berita  /   Ekonomi

Ayo...! ke Padang Panjang Beli 'Tarompa Datuak'

Kamis, 11 Agustus 2016 12:25 WIB

Kota Padang Panjang dengan penduduk 47.008 jiwa dikenal sebagai kota penghasil kulit ternama di Sumatera Barat. Sedikitnya terdapat 53 unit usaha kerajinan kulit, serta 12 usaha penyamakan kulit nabati yang tersebar di 16 kelurahan.

Dalam rentang waktu berpuluh-puluh tahun usaha kerajinan kulit telah menopang perekonomian penduduk Padang Panjang dan masyarakat sekitar. Kulit yang dihasilkan mulai kulit sol, sepatu, alas kaki, ikat pinggang, dompet, hingga tas. Harganya pun bervariasi, tergantung motif dan kualitas produk. Hingga sekarang kerajinan kulit di Padang Panjang adalah usaha milik perorangan. Belum ada perusahaan, apalagi industri berskala besar.

Untuk mendapatkan bahan baku, perajin kulit tidak pernah kesulitan. Di Padang Panjang sejak beberapa tahun lalu sudah ada Unit PelaksanaTeknis Daerah (UPTD) Sentra Penyamakan Kulit milik pemerintah daerah. UPTD telah menghasilkan kulit berkualitas, setaraf dengan produksi kulit asal Magetan, Sidoarjo (Jawa Timur) dan Cibaduyut (Jawa Barat).

Selain menghasilkan kulit samak nabati, di sentera yang memiliki enam drum penyamakan juga terdapat 11 unit mesin pengolahan. Dengan mesin pengolahan yang modern tersebut dihasilkan kulit jenis sol, boks nappa, full grand dan carestic grand serta dapat pula memproduksi kulit lain sesuai permintaan perajin.

Harga kulit hasil pengolahan UPTD Sentra Kulit dipatok dengan fet. Harga yang berlaku sekarang satu fet Rp18.000. (satu fet berukuran 30 x 30 cm). Bila kulit mentah disamak dan diolah, tiap satu kilogram menghasilkan 1,2 sampai 1,5 fet. Harga kulit basah di tingkat pedagang pengumpul Rp13.000 sampai Rp14 ribu per kilogram.
Hingga kini UPTD Sentra Penyamakan Kulit baru menerima upah pengolahan dari pedagang dan perajin. Dari sentra penyamakan kulit satu-satunya di Sumatera Barat ini, pemerintah kota Padang Panjang menargetkan pendapatan Rp120 juta per tahun. Realisasinya melampaui target.

Kapasitas produksi sentra penyamakan kulit Padang Panjang saat ini baru empat ton per bulan atau baru setengah dari kapasitas 8 ton kulit jadi per bulan. Terbuka lebar peluang perajin untuk memperoleh bahan baku berkualitas dengan harga lebih murah.

Padang Panjang sudah lama menyandang nama besar di sektor industri kulit. One village, one product yang dicanangkan pemerintah Provinsi Sumatera Barat haruslah ditangkap Padang Panjang sebagai peluang untuk memajukan sektor pariwisata, sekaligus meningkatkan pendapatan. Dengan satu daerah satu produk terbuka peluang Padang Panjang sebagai satusatunya daerah penghasil kulit.

Adalah kebijakan yang tepat bila pemerintah daerah melalui instansi dan pihak swasta terkait terus meningkatkan pembinaan kepada perajin kulit. Desain harus mengikuti selera pasar. Semakin beragam dan bermutu produk yang dihasilkan minat membeli produk kulit Padang Panjang akan meningkat. Harus menjadi obsesi masyarakat Padang Panjang, bila wisatawan bertanya di mana bisa mendapatkan hasil kerajinan kulit berkualitas? Jawabnya di Padang Panjang.

Secara nasional, Sumatera Barat sudah sejak lama menjadi daerah destinasi wisata. Tiap tahun ribuan wisatawan datang berkunjung. Mereka tidak hanya terkesan dengan keramahan-tamahan penduduk, pamandangan alam yang indah, kuliner yang enak dan lezat. Dari Sumatera Barat, khususnya dari Padang Panjang wisatawan ingin mendapatkan cinderamata yang khas dan unik. Salah satunya adalah kerajinan kulit berupa tarompa datuak.

Sebagai cinderamata, sekaligus mempromosikan Padang Panjang sebagai sentra kerajinan kulit ternama di Sumatera Barat 300 pasang tarompa datuak dibagikan kepada peserta Tour de Singkarak 2015 lalu. Mereka sangat senang bahkan ada yang berjanji akan ikut mempromosikan di negaranya. Kini tarompa datuk itu pun sudah sampai ke mancanegara. (Humas/Syam)

Editor : Calva
Kategori : Ekonomi, GoNews Group, Padangpanjang

Loading...
www www