Home >  Berita >  Payakumbuh

Terinspirasi dari Lady Diana, Yayasan Jalinan Kasih Bunda Payakumbuh Komitmen Gerakkan Program Peduli Sesama

Terinspirasi dari Lady Diana, Yayasan Jalinan Kasih Bunda Payakumbuh Komitmen Gerakkan Program Peduli Sesama
Hj Rasyidah Suwandel. (foto istimewa)
Sabtu, 06 Agustus 2016 17:07 WIB
Penulis: jontra
Payakumbuh- Kiprah Yayasan Jalinan Kasih Bunda Payakumbuh di bawah pimpinan Rasyidah Suwandel memang telah teruji selama beberapa dekade. Tercatat, seabreg kegiatan sosial kemasyarakatan telah dilaksanakan oleh yayasan yang didirikan oleh Wakil Walikota Payakumbuh Suwandel Muchtar pada akhir tahun 80 an silam.

Yayasan Jalinan Kasih Bunda Payakumbuh memang telah eksis melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat kepedulian dan kepekaan terhadap gejala-gejala sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat Sumatera Barat. Diantara kegiatan yang pernah dan rutin dilakukan oleh yayasan ini antara lain, menggelar kegiatan sunat masal bagi warga yang kurang mampu, pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi yang tidak mampu, kegiatan bedah rumah,  donasi kurban, bantuan biaya kesehatan, membantu orang yang dipasung oleh keluarganya serta banyak kegiatan sosial lainnya.

Saat diwawancarai GoSumbar, Pimpinan Yayasan Jalinan Kasih Bunda Payakumbuh, Rasyidah Suwandel yang akrab disapa buk Ida ini menceritakan, dirinya terinspirasi untuk melakukan kegiatan sosial dan mendirikan yayasan ini dari sosok kharismatik duta kemanusiaan Dunia yakni Putri Diana (Lady Diana Spencer), ungkapnya.

Karena sosok Lady Diana adalah orang yang sangat komitmen dalam program kemanusiaan, dia bahkan tidak takut untuk mendatangi daerah konflik dan tempat yang dianggap berbahaya sekalipun oleh orang lain. Diantara keberaniannya itu adalah saat  dirinya mendatangi orang-orang yang terjangkit wabah penyakit kusta. Lady Diana tanpa sungkan dan rasa khawatir malah langsung bersentuhan dan bersalaman dengan para penderita kusta, padahal sepert kita ketahui penyakit kusta adalah penyakit kulit berbahaya yang menular. Cerminan sikap tanpa pamrih dan selalu bekerja dengan hati seperti itulah yang menjadi inspirasi saya dalam bekerja, sebut Ida.

Setelah mendapat restu dan didukung penuh oleh sang sang suami Suwandel Muchtar yang kala itu tengah mengabdi bekerja di Kampus Universitas Andalas (Unand) Padang, Ida pun segera memulai kegiatan sosialnya di yayasan yang dibentuk berdasarkan tekad ini.

"Tentu saja, dengan dana awal yang alakadarnya saja dan tidak terlalu besar, karena itu murni kami kumpulkan dari pendapatan suami yang juga bisa dibilang tidak terlalu besar," sebut Ida.

Namun, seiring dengan perkembangan waktu, kita juga dibantu oleh para donatur lainnya. Dengan bantuan secara suka rela itu pula lah yang  membuat yayasan ini tetap mampu bertahan hingga saat sekarang ini, terangnya.

Dikatakan juga oleh Ida, selain dari dana yang ada di yayasan, kami juga bekerjasama dengan yayasan dan lembaga lainnya. Seperti yayasan Indo Jalito yang juga telah lama berkecimpung di bidang ini, kita sering berdiskusi serta mengadakan kegiatan sosial bersama dalam berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi warga masyarakat, tukasnya.

Ida berharap, yayasan yang dikelolanya ini mampu melahirkan embrio-embrio baru bagi pemerhati kemanusiaan lainnya. Program membantu sesama adalah dorongan hati dan jiwa untuk saling berbagi dengan sesama. Insya Allah kegiatan ini bisa bisa terus kami laksanakan, pungkasnya.(**)


Loading...
www www