Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
Peristiwa
17 jam yang lalu
Kapolsek Tabrak Rumah Warga, Nenek dan Cucu Balitanya Tewas
2
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
GoNews Group
14 jam yang lalu
Total Bantuan PKS untuk Penanggulangan Covid-19 Capai Rp68,9 M
3
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
GoNews Group
14 jam yang lalu
Begini Seharusnya Prosedur Mewawancarai Napi...
4
'New Normal', Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
Ekonomi
13 jam yang lalu
New Normal, Fraksi PPP DPR Minta Bukan cuma Mal yang Dibuka
5
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
GoNews Group
10 jam yang lalu
Alih-Alih Tekan Resiko Covid-19, Anjuran Penggunaan Vitamin C Massal bisa Untungkan Korporasi
6
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
Kesehatan
12 jam yang lalu
H+3 Lebaran saat Pandemi Covid-19, Aktivitas Warga Depok Mulai Normal
Loading...
Home  /   Berita  /   Peristiwa

Pasca Kerusuhan Tapal Batas Sijunjung-Dharmasraya, Korban Rumah Terbakar Minta Uluran Tangan Pemerintah

Pasca Kerusuhan Tapal Batas Sijunjung-Dharmasraya, Korban Rumah Terbakar Minta Uluran Tangan Pemerintah
Puing-puing sisa kerusuhan tapal batas Sijunjung-Dharmasraya.
Sabtu, 30 Juli 2016 13:09 WIB
Penulis: Eko Pangestu
DHARMASRAYA - Pasca kerusuhan diduga soal tapal batas Sijunjung-Dharmasraya yang mengakibatkan sepuluh buah rumah dan bedeng milik warga Kampung Surau, Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya terbakar. Aksi ini dilakukan kemaren oleh warga Parit Rantang Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten sijunjung Sabtu 30 Juli 2016.

Salah seorang pemilik rumah yang menjadi korban dalam kerusuhan kemarin bernama panggilan Ujang umur 46 tahun warga Kampung Surau yang di temui di bekas tempat kejadian peristiwa, saat mencari puing puing bekas rumah terbakar, mengatakan ia sangat kecewa dan kesal atas peristiwa yang kemarin.

"Waktu kejadian saya tidak ada di rumah yang ada adalah anak dan istri saya yang lagi jualan di sini. Mendengar rumah saya salah satu korban kebakaran makannya saya pulang kerumah ternyata rumah warung tempat saya berjualan dan tinggal tidak bisa di selamat seperti telivisi, kulkas dan lemari baju yang tidak di keluarkan habis hangus terbakar," katanya nelangsa.

Apa lagi saat ini dalam masa anak sekolah kita butuh biaya. Ia berharap kepada pemerintah kabupaten untuk memperhatikan keadaan kami ini.Dan semoga pelaku perusakan terhadap rumah dan rumah tetangga ini semoga di tangkap dan kejadian ini jangan sampai terulang lagi.

"Semoga menjadi hikmah atas kejadian ini," ucap Ujang dengan nada sedih dan ia mengaku rugi puluhan juta rupah. (***)

Editor : Calva
Kategori : Peristiwa, GoNews Group, Dharmasraya, Sijunjung

Loading...
www www