Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
NasDem akan Terus Perjuangkan RUU PKS
Nasional
15 jam yang lalu
NasDem akan Terus Perjuangkan RUU PKS
2
Gelombang 2 TKA China Tiba di Sultra, Massa Aksi Dipukul Mundur Polisi
Pemerintahan
22 jam yang lalu
Gelombang 2 TKA China Tiba di Sultra, Massa Aksi Dipukul Mundur Polisi
3
Tuduh Santri Calon Teroris, Pimpinan Ponpes Daarul Ilmi Tuntut Denny Siregar Dipenjarakan
Hukum
22 jam yang lalu
Tuduh Santri Calon Teroris, Pimpinan Ponpes Daarul Ilmi Tuntut Denny Siregar Dipenjarakan
4
Sebagai Negara Kepulauan Terbesar Dunia, Nelayan Indonesia Harus jadi Profesi yang Menjanjikan
Politik
21 jam yang lalu
Sebagai Negara Kepulauan Terbesar Dunia, Nelayan Indonesia Harus jadi Profesi yang Menjanjikan
5
Aneksasi Tepi Barat Palestina, PKS: Ini Kejahatan Perang yang Nyata
Internasional
22 jam yang lalu
Aneksasi Tepi Barat Palestina, PKS: Ini Kejahatan Perang yang Nyata
6
Tokoh Muda Kampar Ini Sukses Berkarier di Kejari Tanjung Jabung Jambi
Peristiwa
21 jam yang lalu
Tokoh Muda Kampar Ini Sukses Berkarier di Kejari Tanjung Jabung Jambi
Loading...
Home  /   Berita  /   Pemerintahan

Ketua Komisi III DPRD Padang Harapkan DKP Manfaatkan Sampah Jadi Gas Metan

Ketua Komisi III DPRD Padang Harapkan DKP Manfaatkan Sampah Jadi Gas Metan
Ketua Komisi III DPRD Padang. Helmi Moesim
Rabu, 27 Juli 2016 17:30 WIB
Penulis: Agib Noerman

PADANG - Ketua Komisi III DPRD Padang, Helmi Moesim mengharapkan Dinas Kebersihan mampu memanfaatkan sampah menjadi gas metan. Selain itu, Dinas Kebersihan juga perlu mengatur regulasi pemanfaatan gas metan dijadikan tenaga listrik.

"Tempat pembuangan akhir (TPA) Aia Dingin sudah dimanfaatkan menjadi gas metan yang bisa berfungsi mengaliri listrik. Sayagnya, DKP Kota Padang belum maksimal mengelola hal tersebut," kata Helmi Moesim, ketika dihubungi Rabu (27/6/2016).

Helmi mencontohkan, sebagai perbandingan di Kota Balikpapan. Dikatakannya, di Balikpapan sistim penguraian sampah teknologi nyang tinggi. Saat ini energi listrik yang telah dikelola dapat mengaliri sebanyak 200 KK untuk masyarakat sekitar TPA.

Dijelaskan politisi Golkar ini, jumlah debit sampah di Balikpapan 900 ton perhari, sedangkan Kota Padang lebih kurang 700 ton. Kondisi ini hampir sama dengan Kota Padang.

"DPRD meminta DKP melakukan sinkronisasi program dengan apa yang dilakukan DKP Kota Balikpapan," tegas Helmi

Helmi juga menceritakan, di Balikpapan sektor kebersihan memang diprioritaskan Pemko. Buktinya, tidak akan dijumpai lagi pada pagi hari pukul 07.00  WIB  para petugas kebersihan melakukan aktifitas mereka.

"Informasinya, petugas kebersihan melakukan aktifitas dimulai pukul 03.00 Wita hingga jelang subuh. Begitu juga dengan armada angkutan sampahnya, di dareah itu semua aktifitas mereka pada dini hari hingga jelang subuh,” terangnya. (agb)


Loading...
www www