Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Peristiwa
15 jam yang lalu
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
2
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
Politik
1 jam yang lalu
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
3
Kandasnya Indonesia Menjadi Acuan Harga Timah Dunia
Ekonomi
1 jam yang lalu
Kandasnya Indonesia Menjadi Acuan Harga Timah Dunia
4
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di 'Kota Hujan'
Politik
59 menit yang lalu
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di Kota Hujan
5
Fraksi PAN minta Kalung Anticorona Diteliti
Umum
1 jam yang lalu
Fraksi PAN minta Kalung Anticorona Diteliti
6
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
Politik
45 menit yang lalu
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
Loading...
Home  /   Berita  /   Umum

Lestarikan Kuliner Spesifik, Pemkab Gelar Festival Randang Bilis

Lestarikan Kuliner Spesifik, Pemkab Gelar Festival Randang Bilis
Ketua GOW Kabupaten Limapuluh Kota Ny. Eka Ferizal Ridwan menghidupkan api pertama tungku peserta festival randang Bilis Asam. (tri)
Jum'at, 22 Juli 2016 11:02 WIB
Penulis: Tri nanda

LIMAPULUH KOTA--Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota menggelar lomba makanan spesifik tradisional lagi. Usai festival randang dan gulai paluik di Nagari Sungai Kamuyang beberapa waktu lalu, Pemkab melalui Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga (Budparpora) setempat kembali melaksanakan festival Randang Bilis Asam di Nagari Pangkalan Kecamatan Pangkalan Koto Baru.

Kepala Dinas Budparpora Kabupaten Limapuluh Kota Ir. Novyan Burano dalam sambutannya ketika membuka secara resmi lomba makanan khas itu, Kamis (21/7) mengatakan, festival itu diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap masyarakat dan juga kelestarian kuliner itu sendiri.

“Kita berharap apa yang dilakukan ini tidak habis disini, tetapi akan ada dampak terhadap perekonomian masyarakat. Bentuknya mungkin saja kedepan akan berdiri restoran atau rumah makan yang menyajikan makan spesifik Randang Bilis Asam,” papar Novyan.

Agar lebih dikenal secara luas, hendaknya para penggiat kuliner termasuk PKK bisa menampilkan makanan khas ini ketingkat nasional bahkan kedunia internasional.

Dikatakan, festival ini sengaja digelar buat mengangkat kuliner spesifik di daerah ini agar dikenal orang luar. Tak kalah pentingnya buat melestarikan kuliner tradisional itu serta untuk membuka cakrawala pariwisata ke tengah masyarakat dan membuka peluang bisnis atau lapangan kerja bagi masyarakat.

“Kita ingin perbendaharaan makanan spesifik itu tetap terjaga dan tidak hilang oleh kemajuan teknologi dan ragam makanan dari luar negeri. Jangan sampai karena makanan luar menjadikan kita mengangap makanan tradisional kita kuno,” tutur Novyan.

Sebelumnya pemuka masyarakat Pangkalan Della Ermaifa, S.Psi dalam penyampaiannya mengatakan, Randang Bilis Asam adalah satu dari banyak makanan spesifik dari Kecamatan Pangkalan Koto Baru. Randang ini merupakan salahsatu makanan yang dirindukan dan selalu menjadi menu dalam berbagai pesta-pesta di Pangkalan.

“Kita berharap semua makanan khas dari Pangkalan ini ikut diketahui masyarakat luar. Untuk itu hendaknya rendang spesifik ini tidak hanya dibuat dalam acara perlombaan, tapi benar-benar bisa menambah kasanah kuliner Limapuluh Kota dan menjadi tradisi dalam berbagai acara di daerah ini,” ujar Della yang juga anggota DPRD Limapuluh Kota.

Sementara itu ketua panitia acara yang juga Kabid Pariwisata Dinas Budparpora Refrison dalam laporannya mengatakan kegiatan itu diikuti oleh 42 orang dari utusan dari 13 kecamatan yang ada di Kabupaten Limapuluh Kota. Tujuan festival antara lain buat melestarikan kuliner khas yang ada di daerah ini.

“Kita harus melestarikan kuliner spesifik itu karena kita menyadari daya tarik wisata sebesar 60% dari kebudayaan yang salahsatunya rendang yang sudah membudaya di tengah masyarakat,” ujar Refrison.

Pembukaan lomba ditandai dengan menghidupkan api tungku pertama oleh Ketua GOW Kabupaten Limapuluh Kota Ny. Eka Ferizal Ridwan. Ikut hadir dalam acara itu Muspika Pangkalan Kotobaru dan pengurus PKK kabupaten setempat.***

Editor : M. Siebert
Kategori : Umum, Limapuluh Kota

Loading...
www www