Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dianggap jadi 'Kutu Loncat', Warga Sumbar Enggan Dukung Faldo Maju Pilgub
Sumatera Barat
14 jam yang lalu
Dianggap jadi Kutu Loncat, Warga Sumbar Enggan Dukung Faldo Maju Pilgub
2
Kisah Febi, Kena UU ITE dan Dituntut 2 Tahun Penjara Akibat Tagih Utang 'Bu Kombes' Lewat IG
Hukum
14 jam yang lalu
Kisah Febi, Kena UU ITE dan Dituntut 2 Tahun Penjara Akibat Tagih Utang Bu Kombes Lewat IG
3
Tangis Petani Simalingkar Pecah saat Cerita Anak dan Suami di Penjara, Tanahnya Diserobot PTPN II
Politik
18 jam yang lalu
Tangis Petani Simalingkar Pecah saat Cerita Anak dan Suami di Penjara, Tanahnya Diserobot PTPN II
4
Kasus Denny Siregar, Dua Santri Diperiksa Polisi
GoNews Group
14 jam yang lalu
Kasus Denny Siregar, Dua Santri Diperiksa Polisi
5
18 Lembaga Akan Dibubarkan, Refly Harun: Semoga BPIP Juga, Sebab Nggak Guna
Politik
14 jam yang lalu
18 Lembaga Akan Dibubarkan, Refly Harun: Semoga BPIP Juga, Sebab Nggak Guna
6
Kuasa Hukum Korban Penganiayaan di Batipuh Selatan Minta Penyidik Kepolisian Usut Tuntas Motif Pelaku
Tanah Datar
10 jam yang lalu
Kuasa Hukum Korban Penganiayaan di Batipuh Selatan Minta Penyidik Kepolisian Usut Tuntas Motif Pelaku
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

500 KTSP SMA/SMK Sumatera Barat Mulai Divalidasi

500 KTSP SMA/SMK Sumatera Barat Mulai Divalidasi
Kadis Dikbud Sumbar, Syamsulrizal memberikan arahan kepada Tim Validator KTSP SMA/SMK Sumbar di ruang khusus Dinas Dikbud Sumbar, Jumat (22/7). (Foto W Leto Tapay/GoSumbar)
Jum'at, 22 Juli 2016 15:33 WIB
Penulis: W Leto Tapays
PADANG - Sekitar 500 KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) SMA/SMK di Sumatera Barat mulai divalidasi oleh Tim Validator KTSP Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar.

"Lakukan validasi dengan sebaik mungkin, agar tidak merugikan sekolah," ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar, Syamsulrizal, Jumat (22/7) di hadapan validator KTSP SMA/SMK se-Sumbar.Validasi perlu dilakukan dengan baik sehingga bias nilai atau deviasi nilai antarvalidator tidak terlalu jauh. Saat ini, jelas Syamsulrizal. Diharapkan pada validasi kurikulum 2016/2017 ini diharapkan setiap validator memperhatikan sekolah yang dinilai, sebab saat ini ada sekolah rujukan, sekolah literasi, sekolah reguler, pelaksna kurikulum 2013 dan program lainnya. "Program tersebut diharapkan tergambar dalam KTSP masing-masing," jelas Syamsulrizal. Sekolah diharapkan bisa memasukkan program yang sesuai dengan sekolah. Kalau menjadi sekolah rujukan atau sekolah unggul maka hal itu harus terlihat dalam KTSP. Kepala Dinas Dikbud didampingi Kabid Dikmen Nasmeri berharap agar bisa melakukan validasi dengan objektif, sehingga nilai yang didapatkan sekolah sesuai dengan kondisi sebenarnya. "Tetapkan time schedule validasi KTSP ini," garap Syamsulrizal. Sehingga jelas kapan bisa disyahkan atau ditandatangani oleh Kepala Dikbud Sumbar. Diharapkan semuanya bisa dituntaskan sesuai dengan skedul yang disepakati.


Loading...
www www