Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pimpin Penangkapan Buronan Nurhadi, Novel Baswedan Jadi Trending
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Pimpin Penangkapan Buronan Nurhadi, Novel Baswedan Jadi Trending
2
Bambang Widjojanto: Meski Mata Novel Baswedan Dirampok, Tapi Berhasil Tangkap Nurhadi
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Bambang Widjojanto: Meski Mata Novel Baswedan Dirampok, Tapi Berhasil Tangkap Nurhadi
3
Diskreditkan Muhammadiyah dan Din Syamsudin, Ade Armando Ogah Minta Maaf
Politik
23 jam yang lalu
Diskreditkan Muhammadiyah dan Din Syamsudin, Ade Armando Ogah Minta Maaf
4
Sebelum Kader IMM Bergerak, Ade Armando Diminta Segera Minta Maaf ke Din Syamsuddin
Peristiwa
23 jam yang lalu
Sebelum Kader IMM Bergerak, Ade Armando Diminta Segera Minta Maaf ke Din Syamsuddin
5
Jokowi Minta Pembukaan Rumah Ibadah Tunggu Corona Menurun
GoNews Group
23 jam yang lalu
Jokowi Minta Pembukaan Rumah Ibadah Tunggu Corona Menurun
6
Tak Libatkan DPR saat Memutuskan Pembatalan Haji 2020, Yandri Sebut Menag Tak Tahu UU
Peristiwa
24 jam yang lalu
Tak Libatkan DPR saat Memutuskan Pembatalan Haji 2020, Yandri Sebut Menag Tak Tahu UU
Loading...
Home  /   Berita  /   Peristiwa

Normalisasi Batang Kandis Akan Atasi Banjir di Wilayah Utara Kota Padang

Normalisasi Batang Kandis Akan Atasi Banjir di Wilayah Utara Kota Padang
Wawako Padang Emzalmi. (Humas Padang)
Selasa, 19 Juli 2016 05:30 WIB
PADANG – Pemerintah Kota Padang melihat, penyebab terjadinya banjir di arah utara Kota Padang salah satunya karena belum selesainya normalisasi Batang Kandis di Lubuk Buaya Padang. Karena itu, Pemko Padang berharap agar warga sekitar dapat bekerjasama dengan pemerintah agar permasalahan banjir dapat teratasi.

“Menurut evaluasi yang kita lakukan, salah satu penyebab banjir karena belum selesainya normalisasi Batang Kandis di Lubuk Buaya,” terang Wakil Walikota Padang, Emzalmi di depan seluruh perangkat kerjanya saat Rapat Staf di Ruang Rapat Bagindo Aziz Chan, Balaikota Padang, Senin (18/7/2016).

Emzalmi menyebutkan, penyebab belum selesainya normalisasi di Batang Kandis karena terkendala pembebasan lahan. Karena itu, wawako mengimbau kepada perangkat kerja terkait untuk segera memberikan dukungan agar pembebasan lahan segera selesai.

“Warga juga kami harapkan partisipasi dan dukungannya agar normalisasi tersebut berjalan baik,” tukasnya.

Emzalmi juga menilai, apabila pengerjaan normalisasi tersebut tidak juga selesai dilakukan, dipastikan banjir akan terus terjadi. Apalagi di daerah bagian utara tersebut kontur tanahnya terbilang rendah. “Seperti di daerah Anak Air, daerah tersebut hanya 15 meter dari permukaan laut. Begitu juga di tempat-tempat lain,” paparnya.

Di sisi lain, Wawako juga menyebut bahwa Pemko Padang saat ini terus memprioritaskan jalur evakuasi sebagai mitigasi bencana. Terdapat 16 ruas jalan yang dijadikan jalur evakuasi bencana.

Jalur evakuasi bencana itu diantaranya seperti di jalur sepanjang Banda Bakali. Jalur di sepanjang Banda Bakali akan diperlebar menjadi sepuluh meter. “Ganti ruginya sudah, jadi jalan itu akan menjadi jalan alternatif. Apabila selesai nantinya akan mengurangi kepadatan di jalan utama,” tukuk Emzalmi. (Charlie)

Editor : Calva
Kategori : Peristiwa, GoNews Group, Padang

Loading...
www www