Selama Lebaran, Perputaran Uang Semakin Kencang, PAD Kota Padang Meningkat

Selama Lebaran, Perputaran Uang Semakin Kencang, PAD Kota Padang Meningkat
Pantai Padang dengan tempat duduk yang nyaman mengarah ke laut. (Humas Padang)
Senin, 11 Juli 2016 10:46 WIB

PADANG - Libur lebaran kali ini benar-benar dimanfaatkan warga untuk berlibur bersama sanak saudara. Beruntung, Pemerintah Kota Padang telah menyiapkan sarana dan prasarana di objek wisata yang ada. Sehingga wisatawan merasa nyaman ketika berlibur.

Pada libur lebaran kali ini, Pemko Padang melihat tingginya arus wisatawan yang berkunjung. Puluhan ribu wisatawan tumpah di objek wisata yang ada. Dipastikan, perputaran uang di Padang selama lebaran 1437 H ini semakin kencang dan dengan sendirinya akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"PAD bukan hanya dari retribusi objek. Akan tetapi PAD terbesar dari sektor pariwisata adalah pajak hotel dan restoran," terang Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang, Medi Iswandi, Sabtu (9/7/2016).

Medi menyebut, selama lebaran ini peningkatan retribusi objek jika di bandingkan dengan waktu yang sama pada lebaran tahun lalu, lebih dari 200 persen. Di sisi pajak hotel dan restoran, pihaknya menghitung-hitung, diperkirakan PAD tahun ini bisa lebih meningkat dibanding tahun lalu.

"Kalau tahun lalu Rp 43 miliar, tahun ini diperkirakan mampu menembus Rp 50 miliar," ujarnya.

Hal ini rasanya tidaklah berlebihan. Sebab jika dikalkulasikan, apabila 60 ribuan orang pengunjung membelanjakan sekitar Rp 30 ribu saja perorang perhari selama empat hari ini, serta 5 persen dari 60 ribu pengunjung itu menginap di hotel mewah, tentu angkanya cukup fantastis.

"Ini belum termasuk biaya transportasi dan oleh-oleh yang dikeluarkan oleh pengunjung," tukas Medi.

Medi berharap, ramainya wisatawan mengunjungi Padang didukung dengan sikap keramahan masyarakat serta ketaatan pengusaha sektor pariwisata membayar pajak.
Selain itu, Pemerintah Kota Padang sudah merekomendasikan sebanyak 50 rumah makan yang sesuai dengan tarif yang telah ditetapkan pemerintah.

"Jika ada di tempat wisata harga makanannya mencekik tidak usah belanja di tempat tersebut," imbaunya. (Charlie)

Editor:Calva
Kategori:Ekonomi, GoNews Group, Padang

wwwwww